Buku Digitalku

Langkah yang Diharamkan

Pendidikan seringkali disebut sebagai jembatan menuju masa depan, namun bagi sebagian orang, jembatan itu harus dibangun di atas jurang pengorbanan yang curam. Ada langkah-langkah yang bagi dunia adalah kemajuan, namun bagi sebuah tradisi atau keluarga, dianggap sebagai pengkhianatan.

Buku ini, Langkah yang Diharamkan, bukan sekadar catatan perjalanan seorang anak manusia bernama Bara Lius. Ini adalah potret perlawanan sunyi terhadap belenggu ketidaktahuan. Ini adalah kisah tentang luka yang disembunyikan di balik seragam sekolah dan keringat yang jatuh di tanah perantauan demi sebuah cita-cita yang dianggap “tabu”.

Melalui narasi ini, kita diajak untuk melihat bahwa perjuangan menuntut ilmu tidak selalu tentang bangku kelas yang nyaman atau buku teks yang lengkap. Terkadang, perjuangan itu dimulai dari meja makan di rumah sendiri saat restu tak kunjung turun, dan setiap langkah menuju sekolah terasa seperti langkah yang diharamkan oleh takdir.

Selamat menyelami pergulatan batin dan keberanian yang tertuang dalam lembar-lembar berikutnya. Semoga kisah ini menjadi pengingat bahwa cahaya ilmu layak diperjuangkan, meski harus menembus kegelapan penolakan yang paling pekat sekalipun.

“Langkah yang Diharamkan” adalah sebuah narasi menyentuh tentang perjuangan Bara Lius, seorang remaja yang nekat melawan tradisi leluhur demi mengejar pendidikan. Di kampungnya, bersekolah di luar kampung dianggap sebagai bentuk pengkhianatan, namun bagi Bara, memegang pena adalah satu-satunya jalan untuk mengubah nasib.

Cerita ini memotret perjalanan sunyi Bara di belantara kota yang kejam, di mana ia harus bertahan hidup di sebuah asrama tua yang dingin dan mengalahkan rasa lapar dengan mengais sisa-sisa makanan di pasar. Di tengah himpitan kemiskinan dan keterasingan, Bara membuktikan bahwa martabat tidak ditentukan oleh apa yang kita makan, melainkan oleh keteguhan hati untuk belajar.

Melalui bantuan guru-guru yang peduli dan kegigihan yang tak terpatahkan, kisah ini menjadi monumen harapan bahwa jembatan masa depan selalu bisa dibangun, bahkan dari langkah-langkah yang sempat dianggap terlarang.

Yuk, beli bukunya di Langkah yang diharamkan

Delyana Tonapa

I am Delyana