Suasana Tahun Ajaran Baru 2020/2021

Sumber Gambar : pixabay.com

Hai, anak sekolahan.

Bagaimana kabar kalian?.

Juga kepada para Moms and Dads, apa kabar?

Para Moms and Dads yang pernah mengalami keriwetan tentang mempersiapkan keperluan anak-anak untuk masuk sekolah baru atau tingkat kelas baru, apakah anda sedikit merasakan perbedaan di tahun ini? yap, pasti yah,  persiapan tahun ini, rasanya seperti datar. Tidak ada persiapan signifikan  seperti tahun-tahun sebelumnya.

Tahun ini juga, antusiasme para Orangtua siswa (i) tidak akan melihat bagaimana anak mereka berangkat dari rumah ke sekolah dengan membawa tas yang berisikan berbagai macam buku-buku, tidak akan melihat anak-anak mereka mengenakan pakaian lengkap, lalu difoto dan share di akun media sosial.

Semester ini, para Orangtua siswa (i) hanya akan sibuk menyiapkan fasilitas anak belajar dari rumah, seperti smartphone dan kuota, serta menyiapkan tenaga ekstra, agar mampu mengajar anak dari rumah serta mendampingi anak belajar online.

Pekerjaan para Orangtua menjadi double, selain menjadi orangtua, juga menjadi guru dadakan. Hal demikian juga disampaikan oleh beberapa Orangtua siswa yang saya temui dan mengatakan bahwa “Pandemi ini benar-benar membuat tensi naik” hehehehehe. Serius, di hadapan beberapa emak-emak itu saya ingin ketawa, tetapi saya selalu berhasil menahannya.

Jika ingin mengambil sisi baiknya, sebenarnya ada hikmahnya hadirnya Pandemi yaitu, para Orangtua bisa semakin dekat, mempererat ikatan antara Orangtua dan anak dengan selalu mendampingi dan mengontrol mereka belajar, hal lain yang tak kalah baiknya adalah para Orangtua siswa (i) kini bisa merasakan bagaimana menjadi Guru. Ya, bisa dikatakan Pandemi ini memberikan hal baik juga, tidak semuanya merugikan.

Para Orangtua siswa (i) juga sebaiknya lebih banyak mencari informasi atau referensi tentang materi yang dipelajari anak-anak  yang tujuannya untuk membantu mereka belajar mandiri. Selain itu, selalu membangun komunikasi dengan Wali kelas untuk mendapatkan informasi materi dan tugas baru adalah salah satu hal yang akan membuat anak tidak ketinggalan materi dari Guru-guru mata pelajaran.

Hal berbeda juga saya jumpai di beberapa toko yang menjual atribut sekolah. Mereka mengatakan bahwa omset mereka menurun drastis, karena minimnya para pembeli keperluan sekolah. Hal ini berbanding terbalik dari tahun-tahun sebelumnya, dimana setiap tahun ajaran baru, mereka meraup untung tiga hingga lima kali lebih besar dari bulan biasanya.

Saya fikir, para pedagang harus lebih kreatif karena mentri Pendidikan dan kebudayaan sudah memberitahukan bahwa akan banyak perubahan yang terjadi karena Pandemi. Para pedagang atribut sekolah sebaiknya mencari akal agar tetap survive.

Perbedaan serupa juga dirasakan oleh para Guru-guru. Biasanya Guru mengajar di kelas dan tuntas hari itu juga, namun sekarang berbeda, karena batas jam mengajar dari rumah tidak dibatasi. Hingga saat ini, pembelajaran dimulai dari bangun tidur hingga tengah malam pun masih lanjut. Hal demikian dilakukan Guru untuk memastikan siswa (i) mengerti atau faham dengan materi yang telah dijelaskan secara live dan materi yang telah dikirim melalui beberapa aplikasi seperti google classroom, whatsapp dan lain-lain.

Beberapa siswa pun merasakan ketidakpuasan karena sebelum Pandemi, penjelasan langsung didapatkan di kelas dan tuntas hari itu juga, namun sekarang semua berbeda. Siswa (i) harus bekerja keras dengan selalu menghubungi Guru mata pelajaran dan Wali kelas untuk meminta penjelasan lanjutan.

Kiranya dengan adanya perbedaan suasana tahun ajaran baru ini tidak memutuskan semangat siapapun untuk tetap beraktivitas dan berkarya. Guru, Orangtua siswa  dan siswa (i) harus saling bersinergi untuk tetap beradaptasi terhadap perubahan suasan tahun ajaran baru ini.