Belajar Tanpa Tekanan Membuat Siswa Lebih Berprestasi
![]()
Belajar tanpa tekanan membuat siswa mau belajar tanpa paksaan. Pernyataan sebuah konsep dalam psikologi Pendidikan bahwa hasil akademik yang gemilang bukan lahir dari rasa takut, atau paksaan, melainkan dari lingkungan belajar yang aman, nyaman dan mendukung.
Ketika siswa merasa mendapatkan tekanan psikologis yang berlebihan seperti takut berbuat salah, diskriminasi, ekspresi diri, perundungan, otak dan emosi mereka tidak bekerja dengan baik untuk menyerap informasi, sebaliknya, saat mereka merasa aman dan nyaman, kinerja otak akan bekerja maksimal (sudut pandang Neurosains).
Secara biologis, ketika siswa mengalami stress berat atau ketakutan misalnya karena ancaman nilai buruk dan hukuman, otak mereka mengaktifkan mode bertahan hidup di bagian Amigdala. Mengapa ini terjadi karena saat tertekan Amigdala memblokir informasi baru agar tidak masuk ke area otak yang berfungsi untuk berfikir logis, memecahkan masalah dan menyimpan memori jangka Panjang.
Hal ini yang menyebabkan siswa menjadi ‘blank’ atau sulit berkonsentrasi dan susah mengingat materi yang diajarkan.
Saat kondisi siswa berani bertanya dan tidak takut salah, siswa memiliki ruang aman untuk melakukan kesalahan dalam belajar, mereka mengerti bahwa salah adalah bagian dari proses belajar dan saat mau memperbaiki kesalahan berarti mereka memiliki mental Tangguh (grit). Ini yang membuat mereka terus mencoba hingga akhirnya mereka bisa menerima materi dengan baik.
Tempat yang Tidak Mendukung Siswa
Lingkungan sekolah sewajarnya menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi siswa, namun tak bisa dipungkiri bahwa terkadang hal ini tidak terwujud, karena beberapa factor seperti factor lingkungan, factor fasilitas sekolah dan dari guru itu sendiri.
Lingkungan yang tidak bersih, berbau dan kotor akan menganggu konsentrasi siswa saat berada di sekolah, hal ini akan mempengaruhi mood mereka untuk focus belajar, demikian juga dengan fasilitas yang kurang seperti toilet dan guru yang cendrung lebih focus mengajarkan materi ajar, tanpa adanya kedekatan dengan siswa, seperti membimbing, menuntun dan lain-lain.
Di lingkungan rumah dan sekitar termasuk penentu apakah siswa merasa aman dan nyaman untuk belajar atau tidak. Hal kecil yang bisa dilihat adalah meja belajar. Ini bisa menjadi tempat yang sangat istimiwa, karena siswa memiliki tempat untuk duduk dan memegang buku.
Begitupun perlakukan orang tua siswa yang mendukung anak untuk focus belajar dengan memberikan motivasi, dukungan moral, tanpa ada perlakukan yang membuat anak merasa tidak nyaman saat berada di rumah.
Di lingkungan masyarakat seperti di lingkungan sekitar rumah, tempat siswa bersosialisasi adalah bagian pendukung kesuksesan anak belajar. Ini besar pengaruhnya bagi siswa, agar tidak mudah terkontaminasi dengan kebiasaan yang bisa mengubah pola pikir dan karakter mereka.
Baca Juga :