Guru, Siswa dan Orangtua Siswa

IHT Hari Ketiga Merancang Produk

In House Training (IHT) hari ketiga sudah mulai terasa. Gerakan untuk meregangkan seluruh tubuh sangat dibutuhkan, karena kegiatan hari terakhir ini cukup menguras fikiran. Maksudnya, untuk merancang produk (modul ajar) di semester ini memerlukan keseimbangan antara Pelajaran kejuruan atau produktif dan Pelajaran Umum.

Kegiatan hari ini diawali pukul 08.00 WIT dengan penyampaian materi dari Dunia Industri (DUDI) dibawakan oleh Bpk Wikan Wiratmoko, S.T dari CV. Sempulur Pratama Papua, setelah itu kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi tentang Kualitas SDM Guru dan Tendik sesuai PM & KKA pada Sekolah Model Berbasis TeFa Menggunakan Pendendekatan Pembelajaran Mendalam (PM).

Sebenarnya, hal  bukanlah hal baru, karena kami beberapa Mata Pelajaran (MAPEL) sudah menggabungkan mata Pelajaran kejuruan dan mata Pelajaran umum, namun ada Sintaksnya yang perlu disesuaikan, sehingga penyusunan ini sangat membutuhkan pemikiran mendalam.

Kegiatan Review Dokumen Hasil Workshop Implementasi dan Pengelolaan Pembelajaran serta Asesmen Berbasis Teaching Factory (TeFa) Menggunakan Pendekatan Pembelajaran Mendalam (PM) yang dibawakan oleh Narasumber dari BPPMPV KPTK, Dr. Arifudin, S.Pd., M.Si.

Sebelum IHT dimulai, Narasumber sudah mengadakan pelatihan tentang TeFa selama seminggu dengan beberapa guru per Mata Pelajaran untuk membahasa hal ini dan dilanjutkan dengan presentasi per jurusan di IHT hari ini dan guru mmata Pelajaran umum menyesuasikan sambil menunggu hasil kerja dari mereka.

Perlu diketahui bahwa TeFa bukanlah hal yang baru bagi kami, bagaimanapun juga,  pelatihan ini memberikan banyak hal baru tentang penyesuaian materi ajar MAPEL umum dan MAPEL Kejuruan/Produktif.

Penerapan TeFa pada SMK merupakan amanat peraturan pemerintah nomor 41 Tahun 2015 tentang Pengembangan Sumber Daya Industri yang menyebutkan bahwa Pendidikan Vokasi Industri berbasis kompetensi harus dilengkapi dengan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) maksudnya pabrik dalam sekolah adalah TeFa yang merupakan sarana produksi yang dioprasikan berdasarkan prosedur dan standar bekerja.

Oleh karena itu, degan melihat materi dengan melihat Modul Ajar kejuruan dapat membantu guru Mata Pelajaran umum untuk menyesuaikan Tujuan Pembelajaran (TP) yang sudah ada, sehinga dapat menghasilkan produk.

Karena terbatasan waktu, pembahasan harus dihentikan pada pukul 15.15 WIT dan dilanjutkan dengan pembacaan struktur dan acara penutupan. Kegiatan ini dihadiri oleh Bpk Rocky Bebena, S.Pd, M.Pd,  Kepala Pembina dan Pengawas SMK Kota Jayapura Ibu Dra. Juwita Arcadelia Rochana Ernita Robot, M.Pd.

Baca Juga : 

IHT Hari Ketiga Model Pembelajaran 

Delyana Tonapa

I am Delyana