3 Kebohongan Siswa Yang Perlu Dimusnahkan!

 

Sumber Gambar : pixabay.com

“Selamat pagi bu’ Guru. Maaf sa terlambat. Jalan dari Jayapura ke Abepura macet total”.

“Maaf bu”, sa tidak kerja tugas rumah, karena sa ada ikut ibadah remaja tadi malam”.

“Bu’, Saya lupa kerja tugas, kemarin sa tidur dari jam 5 sore dan bangun jam 7 tadi pagi”.

Sa jaga sa pu mama sakit, jadi sa tidak belajar sama sekali bu”.

“Maaf terlambat bu’, tadi sa singgah di bengkel. Sa pu motor kempes”. 

Sa pu buku hilang. Nanti sa catat ulang, tugas sa kumpul belakangan saja bu”.

Diantara beberapa alasan diatas, mana yang pernah kalian gunakan untuk menutupi kesalahan kalian kepada Guru?

Ataukah, diatara kalimat diatas, tidak ada satupun yang pernah kalian gunakan?

Kalian memiliki jurus jitu tersendiri? hehehe.

Salah satu fungsi sekolah adalah tempat untuk mempelajari ilmu baru, baik ilmu yang didapat dari Guru-guru, juga ilmu yang kreasikan sendiri untuk pembelaan diri jika sedang kepepet.

Sadarkah kalian bahwa Guru dulu pernah sekolah, Guru pernah berada di posisi kalian yang juga pernah melakukan kesalahan dan berusaha untuk mencari pembelaan dengan memberikan berbagai alasan?

Bisakah kalian siuman, bahwa Guru bisa tau kalian sedang berbohong atau tidak!, maka dari itu, hindarilah berkata tidak benar jika kalian sedang dalam keadaan terhimpit.

Nah, berikut kebohongan siswa yang perlu dihilangkan :

  1. Lupa Jam Pelajaran. Terlambat masuk kelas untuk mengikuti pelajaran adalah pelanggaran yang sering dilakukan siswa. Terkadang ada siswa yang langsung memberikan alasanya sambil garuk-garuk kepala atau lengan atas. Guru tidak bertanya, namun mungkin siswa tersebut sadar akan kesalahannya, lalu langsung menghadap Guru, tidak jarang ada alasan yang membuat Guru merasa kesal, Contoh : “maaf bu’ saya tidak dengar bell tadi” atau “maaf bu, saya baru pulang beli pena, pena yang saya bawa dari rumah jatuh”. Ada juga siswa yang “malas tau” pura-pura tidak tau jika sedang terlambat. Dari pintu langsung lurus masuk kelas dan duduk, tanpa menoleh ke wajah Guru. Sebenarnya, dia tau dia bersalah, namun tidak berani meminta maaf kepada Guru. Pada saat ditanya alasannya, pasti jawabannya tidak masuk akal Guru, seperti : “jam pelajaran sudah mulai, kah?”. Sangat tidak tepat jika dikatakan dia tidak memiliki jadwal pelajaran.
  2. Tidak Kerja Tugas Rumah. Sebelum Guru memulai jam pelajaran, Guru akan menanyakan materi yang sebelumnya dibahas dan juga tugas rumah (jika ada). Terkadang ada siswa yang tidak kerja tugas dan biasanya memberikan alasan yang siswa fikir ruwet untuk diketahui oleh Guru. Contoh : ” semalaman, lampu padam bu”,  atau “buku catatan saya hilang bu” dan lain-lain. Helloww…..alasan yang kalian fikir susah diketahui, Guru tetap akan tau. mencari informasi tentang apapun tidak begitu susah bagi siapapun. Akses informasi terbuka bebas untuk siapa saja, karena alat komunikasi semakin mudah diperoleh dan digunakan.
  3. Membantu Orangtua. Alasan ini terkadang klise, siswa sadar jika memberikan alasan tentang membantu orangtua, Guru pasti diam total. Benar, banyak siswa yang membantu Orangtua untuk melakukan pekerjaan di rumah dan mencari rezeki, namun jangan fikir Guru mata pelajaran tidak akan berkoordinasi dengan wali kelas dan Guru bimbingan dan konseling (BK) untuk mencari kebenarannya. 

Salah satu sifat Guru adalah pemaaf. Sering memaklumi sikap siswa yang sedang berbohong, namun tetap akan memberikan peringatan hingga hukuman.

Jika kalian sedang berbohong, stop ajak Guru berdebat untuk meyakinkan diri kalian berkata jujur.

Jika kalian paksakan, akan parah akibatnya.

Berusahalah tetap berkata jujur dan berani menerima resiko akan perbuatan kalian.

Nikmati proses belajar, termasuk belajar berkata jujur.

“Stop tipu-tipu Guru”

Baca Juga :

  1. 6 Alasan mengapa siswa harus tetap giat belajar di masa pandemi
  2. Ingin eksis setelah masa transisi. Jauhi kebiasaan buruk ini, yah!.
  3. 5 Alasan mengapa kebiasaan menyontek harus dihentikan.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *