Deretan Tingkah Siswa Bulan Ini yang Bikin Saya Berpikir Ada-Ada Saja
![]()
Menjadi guru di era tidak main-main ini butuh dua hal: wibawa setinggi langit dan stok super duper sabar seluas samudra. Setiap masuk kelas, saya selalu memasang wajah tegas, tetapi ramah. Tatapan mata tajam, spidol telah dibuka tutupnya di tangan, dan aturan kelas yang tidak bisa diganggu gugat, seperti saat telat, siswa harus tunggu di depan pintu saat saya sedang menjelaskan materi. Tapi jujur saja, pertahanan ketat yang saya bangun bertahun-tahun sering kali runtuh cuma karena kelakuan ajaib siswa-siswa saya sepanjang bulan ini.
Berikut hal unik siswa berdasarkan pengamatan saya bulan ini :
- Trik Pindah Dimensi saat Jam Pelajaran
Minggu pertama, saat saya sedang bersemangat menjelaskan materi “Memberikan Pendapat”, seorang siswa di barisan belakang mengangkat tangan dengan wajah sangat memelas. “Ma’am, izin ke toilet,” “In English” saya merespon “May I go to the rest, room, please?”, dia menjawab. Karena terlihat serius, saya izinkan. Masalahnya, dia pergi jam 08.15 dan baru kembali jam 08.30 dengan wajah segar bugar sambil memegang minuman manis dibungkus plastik lengkap dengan sedotannya. Waktu saya tegur dengan nada galak, dia cuma tersenyum polos, “Antrinya panjang Mam, toilet cuma satu untuk siswa, selebihnya saya singgah di kantin biar tidak dehidrasi.” “Luar biasa, izin ke toilet tapi rutenya transit di kantin”, saya merespon dengan nada lembut, tapi menahan sabar.
- Logika Ulasan Esai yang Terlalu Kreatif
Minggu berikutnya adalah sumatif selesai satu tujuan pembelajaran. Saya sengaja memberikan soal esai open-ended untuk melatih pola pikir kritis, tapi sederhana saja. Dari 19 siswa, sekian kelompok, ada satu jawaban yang membuat saya tertegun sampai harus mengelus dada. Soalnya: “Buatlah pendapat anda tentang mengambar bengkel di area lembab!” Jawaban kelompok singkat, padat, dan sangat pasrah : beberapa penjelasan masuk akal yang disertai ukuran bangunannya, namun ada yang aneh yaitu tinggi bangunnanya 80 meter dari permukaan tanah. Saya panggil kelompok tersebut, saya tatap matanya, namun saya tidak bisa menahan tawa saya, lalu saya tanya, “Kalian dapat logika dari mana menjawab begini?” Dengan santai salah seorang dari mereka menjawab, “Kan soalnya di daerah lembab dan basah.” Nilainya memang nol, tapi untuk kreativitas lucu, mereka mendapat nilai 78, mereka siap memperbaikinya.
- Drama Surat Izin Sakit Berbahaya
Di pertengahan bulan, seorang siswa tidak masuk selama dua kali pertemuan. Pertemuan ketiga, dia membawa surat izin yang ditulis tangan. Aturan saya tegas: surat izin harus ditandatangani orang tua. Pas saya periksa suratnya, tulisannya sangat rapi, tapi ada yang aneh di bagian penutup: “Demikian surat ini saya buat” Waktu saya panggil Budi ke depan kelas dan saya tanya siapa yang menulis surat itu, dia malah menjawab, “Sa mama ma’am tapi saya yang dikte soalnya saya lagi sibuk.” Budi lupa kalau gaya bahasanya sangat mencurigakan untuk ukuran seorang ibu rumah tangga.
- Spesies Tidur dalam Kondisi Siap Siga
Rekor terbaik bulan ini jatuh pada siswa barisan sudut kiri. Dia duduk tegak, memegang pena, pandangan lurus ke papan tulis, tapi matanya tidak berkedip selama 20 menit. Pas saya dekati dan ketuk mejanya, dia kaget setengah mati sampai pulpennya hampir terbang. Ternyata dia tidur dengan posisi duduk tegap sempurna! Ini bukan lagi malas, ini sudah masuk keahlian bertahan hidup.
Menghadapi mereka memang membuat darah tinggi kerap kumat, tapi harus diakui, kelas tidak akan pernah berwarna tanpa kelakuan nyeleneh seperti ini. Sebagai guru, tugas saya memang mendidik dan menegakkan disiplin, tapi kalau di balik ketegasan itu ada tawa yang tersembunyi, ya mau bagaimana lagi?
Baca Juga :