Efek Koneksi Internet Terputus Selama Sebulan Lebih Di Kota Jayapura

Sumber Gambar: pixabay.com

Sejak lama manusia sudah terbiasa bekerja secara cepat dan praktis, namun kemarin, hampir semua orang merasa kaget, kesal, aneh, marah dengan putusnya jaringan internet yang saat itu dirasa tidak singkat.

Penggunaan teknologi dalam hal ini jaringan Internet sudah berlangsung lama, baik bagi para pekerja juga bagi para siswa (i).

Tiba-tiba, tepat tanggal 01 Mei 2021, semuanya harus terhenti, karena adanya kabel yang terputus di bawah laut membuat segalanya juga terhenti.

Manusia yang sudah terbiasa menggunakan sosial media untuk berinteraksi dengan sanak saudara yang jauh, membuat mereka beralih menggunakan telefon biasa.

Seperti diketahui bahwa jaringan Internet dan jaringan telefon sama-sama hasil teknologi yang memiliki fungsi yang sama sebagai alat komunikasi.

Komunikasi tidak hanya dilakukan dengan cara berbicara, tetapi juga bisa dilakukan dengan cara menulis. Dengan menulis pesan, membuat manusia satu dan yang lainnya bisa saling berinteraksi.

Namun, tentu dengan kejadian ini mengakibatkan beberapa bidang harus terhenti dan berubah dengan beberapa kebijakan, diantaranya adalah :

  1. Pendidikan. Seperti yang kita ketahui bahwa selama hadirnya Covid-19, proses pembelajaran beralih dari offline menjadi online, dari pembelajaran tatap muka menjadi online, yang mengharuskan siswa (i) study from home. Baru saja, siswa merasa terbiasa untuk belajar tanpa bimbingan Guru secara langsung, siswa sudah harus dihadapkan dengan belajar secara mandiri dengan menggunakan kemampuan sendiri. Sebenarnya hal ini baik, karena membuat siswa mampu belajar sendiri, memecahkan masalah sendiri dan sebagainya, namun tentunya siswa (i) tetap mebutuhkan referensi untuk belajar, termasuk mengerjakan tugas dari rumah. Selama hampir setahun atau dua semester, siswa (i) terbiasa menncari bantuan dari Internet. Hal ini terjadi, karena minimnya ketersediaan buku cetak yang sesuai dengan kurikulum revisi dan minimnya kemampuan Orangtua siswa (i) untuk membeli buku cetak, baik karena segi ekonomi, juga karena tidak adanya kesadaran Orangtua siswa (i) untuk membugdetkan khusus buku cetak untuk anak-anak mereka sebagai bahan pelajaran dan bahan bacaan di rumah. biasanya setiap akhir bulan Mei siswa (i) akan mengikuti ujian semester. Tahun lalu, ujian dilakukan secara online, namun bagi siswa yang tidak memiliki fasilitas dipersilahkan datang ke sekolah dengan mematuhi protokol untuk mengerjakan tugas soal di sekolah. Sekarang, hal ini tentunya berubah, segala macam kebijakan akan diambil agar siswa (i) tetap mengikuti ujian, sehingga Guru kelayakan siswa (i) untuk naik kelas atau tinggal kelas.
  2. Ekonomi. Dalam hal ini bagi mayoritas masyarakat ke bawah yang sudah menghandalkan koneksi Internet untuk mencari nafkah, khususnya selama Pandemi.Mempromosikan dagangan secara online sudah menjamur, namun lebih diminati masyarakat sejak orang harus membatasi diri untuk saling berinteraksi secara langsung. Hal ini yang membuat dagangan mereka melesat pesat sehingga tak tanggung-tanggung banyak pedagang yang mendapatkan penghasilan dua kalilipat dari biasanya. Namun sejak terputusnya koneksi, membuat pedagang seperti pedagang makanan, pakaian bekas, asesoris, menjadi merosot. Hal ini tentunya mempengaruhi pendapatkan Orangtua siswa untuk membayar uang sekolah anak-anak mereka.
  3. Pemerintahan. Kembali manual, yah, tepatnya demikian. Laporan yang biasanya dikerjakan di hari itu bisa langsung dikirim pada hari yang sama, sehingga pekerjaan bisa cepat terselesaikan, namun kini beralih secara manual yang menyebabkan penumpukan laporan pekerjaan atau penundaan hingga waktu yang belum diketahui.
  4. Sosial. Koneksi internet adalah hiburan bagi masyarakat, khusunya saat Pandemi seperti sekarang. Hal ini membuat banyak orang untuk tidak merasa harus selalu berada di luar rumah, karena ada hiburan dari media sosial dan aplikasi game lainnya. Kini, semuanya berubah dimana tidak sedikit anak muda mencari hiburan di luar rumah dengan selalu berkumpul  bercanda ria untuk menghibur diri mereka, seperti duduk bernyanyi bersama-sama, bercerita, bahkan ada yang duduk minum-minum (mabuk) bersama.

Tak bisa menyalahkan koneksi Internet yang terputus. Semua orang menyadari bahwa segala sesuatu akan ada salahnya, akan ada moment dimana kecangihan akan terhenti, walau hanya sementara.

Yang dibutuhkan kedepannya adalah persiapan, jikalau hal ini terulang lagi, maka kegiatan belajar mengajar, pekerjaan kantor dari berbagai profesi tetap berjalan baik, walau tidak semaksimal seperti biasanya.

Yuk, berfikir untuk mengatasi jika hal ini terulang lagi.