Mengapa Ada Kata Harus?

Sumber Gambar : pixabay.com

Mengapa  ada kata harus dalam menulis artikel anda? Sebelum saya menjawab pertanyaan ini, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada semua pembaca yang selalu setia berkunjung dan membaca artikel di blog saya.

Well….pertanyaan ini sudah beberapa kali ditanyakan oleh beberapa pembaca, baik secara tertulis, maupun secara lisan. Yang secara lisan ditanyakan langsung oleh family saya. Hehehe. Sebenarnya ini bukan pertanyaan yang sangat penting untuk dijawab, namun saya fikir perlu untuk saya jawab. Rasanya capek juga yah, kalau ditanya dengan pertanyaan yang sama dan saya jawabnya hanya dengan senyuman mulu. Hehehe

Waktunya serius!!!

Saya menyadari bahwa dari semua artikel saya, saya memang sering menulis kata HARUS. Yah, benar bahwa dalam memberikan saran, sebaiknya tidak menggunakan kata Harus,  tetapi lebih baik menggunakan kata Sebaiknya.

Perlu kita menyadari bahwa dalam hidup ini ada kalanya kita menggunaka kata harus. Tujuannya agar orang bisa tertib, keluar dari zona aman dan menjadi lebih baik, bukan hanya untuk dirinya, tetapi juga untuk orang lain.

Ada beberapa  hal dimana orang harus menggunakan kata harus dan orang lain pun harus menaatinya :

  1. Menaati Peraturan. “Peraturan dibuat untuk dilanggar” mungkin pernah mendengar celotehan orang seperti pernyataan ini, tapi percayalah, jika manusia tidak memiliki rasa HARUS untuk menaati peraturan, maka kacaulah dunia. Contoh: karena Civid-19, Guru HARUS mengajar dari rumah. Guru Harus bisa menggunakan teknologi. Bagi yang Gaptek HARUS belajar minimal mempelajari aplikasi yang mudah digunakan untuk mengajar dari rumah. Bayangkan jika Guru tidak bisa, lalu untuk melaksanakan tugas dan tanggung jawab bagaimana? Moso cuman terima gaji dan tunjangan saja? Bukankah hal demikian melanggar kode etik Guru tentang kewajiban Guru terhadap peserta didik. Belum lagi tentang mematuhi protokol, bukankah itu HARUS? Jika tidak mematuhi, berarti anda melanggar peraturan dan pasti  HARUS siap menerima akibatnya. Semua peraturan HARUS ditaati
  2. Jika Menginginkan Hidup Lebih Baik. Setiap orang pasti ingin menjadi lebih baik, lebih sukses, lebih sehat dan lain-lainnya. Untuk mengapai hal demikian, tentu HARUS ada kerja keras, tidak hanya niat saja, tapi keinginan HARUS disejalankan dengan kerja nyata. Contoh: seseorang ingin menghilangkan atau mengurangi kolestrol dari dalam tubuhnya, tentu orang tersebut HARUS berusahan keras untuk melawan keinginan yang biasa dikonsumsi. Tidak hanya sebaiknya, tetapi HARUS. Begitu juga seorang ibu ingin menurunkan berat badan, tentunya HARUS melakukan diet dan olahraga teratur. Jika mengatakan sebaiknya diet, sebaiknya olahraga, well…hasinya tentu juga sebaiknya bukan karna tekat HARUS. Sebaiknya dan harus menghasilkan sesuatu yang berbeda.
  3. Melawan Sesuatu Yang Tidak Baik. Manusia tercipta tidak sempurna. Tidak sedikit manusia melakukan hal yang tidak menyenangkan hati orang lain, bahkan terhadap orang terdekat sekalipun.  Perubahan yang sebenarnya tidak untuk diri sendiri, tetapi juga untuk orang lain. Contoh: Seorang pria perokok dan pemabuk berat yang mengidap sebuah penyakit dan mengharuskan untuk tidak melakukan kebiasaan buruk tersebut. Tentunya HARUS, bukan sebaiknya, terkecuali pria tersebut tidak akan merepotkan orang lain atau orang terdekatnya ya tentu bebas melakukan apapun. Contoh yang lain: seorang yang terbiasa membohongi teman, keluarga atau pasangannya. Jika menginginkan hidup rukun dengan semua orang, tentu pria tersebut HARUS meninggalkan sifat buruk tersebut. Dengan atau kepada siapapun itu, pasti kasus tidak akur akan tetap ada jika sifat buruk tersebut tidak diubah.

Hidup hanya sekali. Orang bilang : nikmatilah hidupmu dan jangan lupa bahagia. Tentu kita harus mengambil langkah-langkah sebelum mengambil keputusan yang besar. Tanamkan Harus dalam hati untuk hal-hal yang crusial.