Hidup Penuh Pilihan Dengan Berfikir

Sumber Gambar : pixabay.com

Saya teringat sebuah lagu berjudul “hidup adalah pilihan”. Lagu tersebut dirilis oleh kelompok musik Kla Project sekitar tahun 2010. Lagu ini sangat menginspirasi para pecinta grup musik ini, karena liriknya mengajak pendengar untuk tidak ragu mengikuti kata  hati dalam menentukan arah atau impian.

Dalam menentukan impian dibutuhkan sebuah tekat yang besar dalam mengambil keputusan, karena jika salah, maka akan berdampak buruk bagi diri sendiri. Jika difikir, kesalahan sebenarnya bisa saja terjadi, asal bisa memperbaikinya dan terus berjuang, sambil tegar menghadapi masalah.

Yang menjadi prioritas dalam mengambil keputusan sebelum melangkah adalah cara berfikir. Berfikir dan mempertimbangkan dengan menggunakan akal sehat sebelum bertindak. Hal demikian juga didefinisikan oleh jagokata.com bahwa berfikir adalah menggunakan akal budi untuk mempertimbangkan dan memutuskan sesuatu.

Melatih diri dalam berfikir, misalnya di sekolah siswa (i) dibiasakan berfikir kritis atau mengerjakan soal-soal yang rumit. Hal ini dikenal dengan nama High Order Thingking Skill (HOTS). Tujuannya agar siswa terbiasa memikirkan hal besar, hal rumit, sehingga jika dihadapkan dengan masalah rumit atau soal susah, siswa tetap akan bisa menghadapinya karena sudah terbiasa menghadapi sesuatu yang compicated.

Ada beberapa jenis berfikir yang perlu kita ketahui, yang bisa menjadi bahan atau materi belajar untuk digunakan dalam kehidupan sehari-ari atau diajarkan kepada anak usia dini. Dua diantara sekian jenis berfikir yang paling sering digunakan adalah:

  1. Berfikir Secara Logis. Menurut bobo.grid.id gaya berpikir logis biasanya orang yang memiliki rasa penasaran yang tinggi atau dengan kata lain, mereka sangat senang menyelidiki sesuatu. Jika dikaitkan dengan proses pembelajaran, siswa dituntut mampu berfikir logis, kritis dan kreatif akan materi yang diajarkan. Dalam kehidupan memang tidak semua hal bisa dikaitkan dengan berbasis logika. Sesuatu yang rasional atau masuk akal, tetapi untuk menentukan pilihan, hidup harus berdasarkan logika. Hal ini dapat membantu kita untuk bisa mendapatkan hasil yang valid atau dalam arti kata, ada alasan-alasan yang bisa digunakan sebagai referensi untuk pilihan. Berfikir dengan logika dapat membantu kita untuk menyelesaikan masalah, menganalisa pilihan sebelum mengambil keputusan. Berfikir secara logis dapat menuntun seseorang berfikir secara metodologis. Dengan melihat masalah, maka kita bisa mengambil sebuah cara atau metode yang sesuai. Kebiasaan berfikir secara logis menjadikan seseorang lebih cenderung mengambil keputusan dengan logika daripada perasaan. Dimana cara ini penuh pertimbangan dengan melihat hal yang fakta daripada mengikut perasaan.
  2. Berfikir Secara Terstruktur. Istilah ini lebih dikenal dengan nama berfikir secara runtun atau teratur. Dalam kehidupan, kita akan dihadapkan dengan berbagai macam masalah yang secara tidak langsung menggiring kita untuk melihat urutan kejadian yang bisa menuntun kita mengambil sebuah pilihan yang tepat, atau dengan contoh lain, seseorang sebelum mengambil keputusan akan melihat urutan-urutan masalah, lalu menyimpulkannya. Jika melakukan tahap-tahap demikian berarti seseorang bisa berfikir secara sistematis. Contoh orang yang demikian bisa dilihat dari kesehariannya yang mengerjakan pekerjaannya secara teratur dan terarah.

Pandangan yang holistik atau lengkap, menyeluruh tidak seperatis dapat menuntun seseorang untuk memilih keputusan yang tepat agar tidak salah arah. Di sekolah Guru dan siswa juga dihadapkan dengan beberapa hal yang mendorong mereka untuk berfikir, baik secara logis maupun secara runtun atau terstruktur.

Hidup penuh pilihan dengan berfikir. Berfikir secara logis dan runtun sebelum bertindak adalah keputusan yang tepat. Selayaknya cara ini bisa dimulai dari anak usia dini melalui permainan yang dapat menstimulasi mereka untuk bisa berfikir logis dan runtun.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *