Mereka Memanggil Saya Ma’am.

Sumber Gambar : pixabay.com

Siapa di antara pembaca setia Delyana Blog yang memiliki profesi seperti saja sebagai Guru Bahasa Inggris?.

Bagaimana, bangga kan jadi Guru Bahasa Inggris? dan tak kalah serunya, kan dengan profesi lain?

Guru bahasa Inggris memiliki panggilan khusus yang tidak dimiliki Guru mata pelajaran lain.

Hal ini yang terkadang membuat sedikit tak enak hati  jika sedang duduk dengan Guru-guru lain dan tiba-tiba siswa memanggil “miss/ ms atau ma’am”, masalahnya semua Guru sama saja.

Sebelum lanjut, yuk simak perbedaan antara Miss, Ms, dan Ma’am.

Miss adalah panggilan atau sapaan bagi Guru perempuan yang belum menikah, yang artinya Nona, sedangkan ms adalah panggilan atau sapaan bagi perempuan yang tidak diketahui statusnya, apakah sudah menikah atau belum.

Ma’am atau mam  adalah  sapaan yang memiliki arti nona atau ibu namun digunakan untuk percakapan yang resmi. Ma’am adalah singkatan dari madam/mem.

Pengalaman saya, sejak awal mengajar di tempat kerja saya sekarang adalah saya sudah di panggil Ma’am.

Tidak hanya oleh siswa (i), tetapi hampir semua Guru-guru lainnya juga memanggil saya demikian dan hal ini juga berlaku bagi semua Guru Bahasa Inggris lainnya di panggil dengan sapaan yang sama, bahkan selain Guru mata pelajaran Bahasa Inggris pun juga disapa demikian.

Yang sedikit membuat hati terasa nano-nano di panggil dengan sapaan ma’am adalah disapa oleh :

  1. Tete dan Nenek. Tete adalah sapaan pria bagi orang yang sudah berumur atau sepuh di Papua. Pernah seorang Kakek dan juga pernah seorang nenek datang ke sekolah memenuhi panggilan saya sebagai wali kelas.  Kebetulan mereka adalah orang tua wali. Setiap Tete memberikan klarifikasi atas sedikit kenakalan cucunya, sang Tete memanggil saya Ma’am. Sebenarnya tak apa dan itu hal wajar, namun entah mengapa sapaan itu membuat saya  sontak menggaruk kepala, sapaan ma’am dilontarkan berkali-kali pula.
  2. Bapak Tukang Ojek. Suatu hari, saya hendak membeli beberapa keperluan di salah satu toko alat tulis. Saya keluar dari lokasi sekolah dan memanggil salah satu bapak yang mengendarai salah satu tranportasi umum, yaitu Ojek.  Ketika saya hendak menaiki kendaran tersebut, tiba-tiba dua orang siswa berlari menghampiri saya sambil memanggil “ma’am” dan menanyakan sesuatu. Setelah itu, Bapak tukang ojek bergegas mengantar saya ke tujuan yang saya maksud. Setiba di depan toko, bapak itu berbicara kepada saya dengan sapaan ma’am. Sungguh, hal itu sedikit membuat saya merasa aneh. Saya berfikir, mungkin Bapak itu mengira nama saya mam atau mungkin ada alasan lainnya.
  3. Anak Kecil. Pada suatu sore hari, seorang siswa membawa adiknya ke sekolah, katanya baru pulang menjemput adiknya di tempat penitipan dan akan dijemput di sekolah oleh mamanya. Kebetulan orangtuanya bekerja di pinggiran kota dan saat itu mereka sangat sibuk. Entah apa sebabnya anak kecil  memanggil saya mam, lalu bertanya sesuatu. Yang membuat saya sedikit tersenyum adalah dia memanggil saya mam. Hehehe.

Semua orang memiliki hak untuk menyapa orang dengan sapaan tertentu, namun baik, tetapi tidak semua orang bisa menerima dengan baik sapaan tersebut.

Terkadang membuat tidak enak hati, tidak nyaman karena merasa umurnya dibawah dari orang yang menyapa dan lain-lain.

Tetapi satu hal yang tak bisa dipungkiri bahwa hampir semua orang sudah menggunakan sapaan itu untuk menyapa, namun sebaiknya perlu ada perbaikan sedikit dengan melihat arti sapaan.

Selebihnya, saya tetap berterima kasih kepada mereka yang telah memanggil saya mam, karena sapaan tersebut adalah sapaan yang baik adanya.

Baca Juga :

  1. Apakah benar semua orang bisa mengajar?
  2. Menghargai Profesi
  3. 6 fakta tentang Guru