Kategori
Bahan Ajar Bahasa Inggris Kelas X SMA/SMK Guru Siswa

Materi Plans And Intentions

Sumber Gambar : pixabay.com

Answer these questions orally!

  1. Do you have any plan after Coronavirus gone?
  2. What’s your plan tomorrow?
  3. What would you like to do on the long weekend?
  4. Will you go fishing?
  5. Are you going to visit Kayu Pulo after official announcement next week?

Setelah kalian menjawab soal diatas, kira-kira apa yang kalian fikirkan?,  Apakah materi ini ada hubungannya dengan masa depan?, Apakah grammar yang cocok untuk materi ini?

Yap, I know, you are smart guys. Materi Plans and Intentions adalah materi yang  membahas tentang sesuatu yang direncanakan akan dilakukan pada waktu mendatang . Misalnya :

  1. Besok, saya akan menghubungi Guru Matematika untuk menanyakan tugas nomor 7
  2. Kami akan pergi mengunjungi kakek di kampung setelah pembatasan waktu berakhir.
Expressing Plans and Expressing Intention and Grammar Focus
  1. Expressing of Plans

It tells activities in the future that might change. (it is not sure or just predictions)

  • I will come to you
  • She will finish this project soon
  • They will tell the truth
  • I know, my parents won’t let me go
  • We won’t miss this movie

Future Tense

I

 

 

 

      will/

     will not (won’t)

 

 

 

practice bake cookies

She

He

It

We

You

They

  1. Expressing of Intentions

It tells activities which has been quite definite to be done in the future. (it is sure)

  • I am going to Sentani this afternoon
  • She is going to pick you up
  • Rina and Sinta are going to invite you
  • You aren’t going to visit them
  • This year, I am going to stop eating fats

Future Tense

I

am

am not

 

 

 

     going to

 

 

 

work

She

He

It

is

is not (isn’t)

We

You

They

are

are not (aren’t)

Read the following conversation bellow

A long weekend is coming. Riri, Santi, and Bayu are talking about their holiday plans. Pay attention to the pronunciation and intonation of the dialog below.

Riri      : It will be a long weekend soon. Do you have any plans?
Santi    : Uhm, I’m not sure. I don’t have any idea yet. I think I might stay at home.
Bayu    : Stay at home? Well, you could do something more interesting!
Santi    : So, what about you Bayu? Do you have any plans?
Bayu    : Definitely! My dad and I are going to go fishing.
Santi    : Fishing? Are you going to go fishing in the river near your house?
Bayu    : No. We plan to go fishing in a lake near my uncle’s house. Would you like  to come with us?
Santi    : Fishing? That sounds great. But I would rather stay at home than go fishing

Bayu    : What about you, Riri? What would you like to do on the long weekend?
Riri      : I have made a plan with my mother about what to do on this long weekend.  We are going to practice baking cookies.
Santi    : That sounds like a very good plan!
Bayu    : Are you going to bake choco chips cookies like the last time?
Riri      : Well, yes. That is my favorite. But we will also try to make ginger cookies.
Santi    : Lucky you. Your mom is a real baker, isn’t she?
Bayu    : Ha ha, ha. Do you still want to stay home alone?
Riri      : Or, would you like to join me to learn baking cookies? You can come to my house.

Bayu    : It’s a good idea! Or will you go fishing with me and my dad?
Santi     : I think I would like to bake cookies with Riri. Thanks for  inviting   me, Riri.
Riri       : No problem. I will tell you the time on Friday.
Santi    : Thanks a lot. I can’t wait to join you.
Bayu    : Have a nice long weekend, everyone.
Riri, Santi : You too.

 Taken from  Buku Bahasa Inggris SMA/SMK  Kemendikbud 2014 Semester 1

Baca Juga :

  1. Congratulations
  2. Soal-Soal Congratulations

Kategori
Ceritaku Orangtua Siswa Siswa

Asal Kerja Tugas, Selesai!

Sumber Gambar : pixabay.com

Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) sudah dimulai sejak 13 Agustus 2020. Penyesuaian belajar dari rumah masih berlanjut, keadaannya dinilai rumit, tetapi situasi yang mengharuskan seperti ini, sehingga menimbulkan beberapa masalah yang masih membutukan waktu untuk menjawabnya.

Masalah yang muncul tidak hanya berasal dari Orangtua siswa (i), tetapi juga dari Guru dan siswa.  Masalah yang muncul beragam, ada yang mudah, ada yang sedang dan ada yang paling susah, dimana, penyelesaiannya membutuhkan tenaga, atau bahkan urat leher yang besar. Hehehe

Serius ….

Masalah yang sangat serius terkadang mudah diselesaikan, namun tidak sedikit masalah yang sering dianggap enteng, ternyata rumit untuk menentukan kebijakannya. Ops…atau saya saja yang tidak tau yah. Hehehe

Ini tentang beberapa siswa (i) yang mengaku tidak memiliki fasilitas berupa kuota. Kening saya berkerut mendengar hal ini dari mereka, masalahnya kadang terlihat online, namun untuk belajar mengaku mengalami sedikit kendala.

Tapi, memang tidak sedikit siswa (i) yang tidak memiliki fasilitas, terkadang untuk berusaha mengumpulkan tugas, mereka harus meminjam smartphone tetangga atau bahkan orang lain, untuk melihat materi dan tugas yang diberikan Guru, serta memfoto hasil pekerjaan mereka dan mengirimnya kepada Guru.

Yang menjadi perdebatan adalah beberapa siswa mengatakan ‘mam, kitong kerja tugas begini saja, yang penting ada. kitong juga jaga imunitas tubuh ini, tidak boleh terlalu capek, karena banyak tugas lagi dari pelajaran lain’

Kalimat yang saya garis merah bawahi adalah ‘yang penting ada’ dengan kata lain yang asal keja tugas, selesai. Stop. Please. Jangan jadikan korona sebagai alasan untuk bermalas-malas atau bermanja ria yang akan membuat  siswa (i) menjadi lulusan PEMALAS.

Semua orang merasakan Pandemi ini, tetapi jika tidak dilawan dengan tetap belajar dan berusaha, maka bukan keamanan yang didapat, tetapi penumpukan masalah yang terjadi.

Berusaha tetap belajar, berfikir pada saat Pandemi adalah cara yang tepat, karena waktu kebanyakan dihabiskan di rumah. Tidak mungkin otak diikutkan istrahat sepanjang hari hanya karena takut Korona?.

Saya berfikir, mungkin Orangtua kurang  mengarahkan atau mengontrol anak-anak, agar supaya menghemat kuota atau mengingatkan smartphone hanya digunakan untuk belajar dan keperluan crusial lainnya. Sebaiknya ada sedikit pendekatan dari Orangtua siswa (i) untuk menghandel penggunaan smartphone atau meminta tugas secara langsung bagi siswa (i) yang tidak memiliki fasilitas.

Tidak lupa, kesadaran dari siswa (i) juga dibutuhkan, agar tetap belajar dari rumah atau mencari referensi ilmu dari berbagai sumber. Untuk itu, tetaplah semangat belajar. Jangan  mudah menyerah dalam keadaan apapun, karena hidup penuh perjuangan.

Baca juga :

  1. Cara efektif belajar selama Pandemi
  2. Mengajar dan belajar online terasa berat di ongkos.

Kategori
Mahasiswa Siswa

It’s Mine And It’s Yours

Sumber Gambar : pixabay.com

Hi.  How are you doing? I hope you are still in a good condition.

Well…. Today, we are going to learn Pronouns. What are pronouns?

Let’s see Pronouns

 

 Subject

Object

Possessive

Reflective Pronouns

Adjective

Pronoun/Nominal

I

Me

My

Mine

Myself

You

You

Your

Yours

Yourself

We

Us

Our

Ours

Ourselves

They

Them

Their

Theirs

Themselves

He

Him

His

His

Himself

She

Her

Her

Hers

Herself

It

It

Its

Its

Itself

  • Perhatikan kolom subjek diatas, terjemahkan ke dalam bahasa Indonesia secara lisan.

Example :

  • Rosma is my best friend. She lives in Jayapura. She has many hobbies, some of them are fishing and watching movies.
  • Michael is generous young man. He is my neighbor. He is from Sentani, but he lives in Waena.

When we talk to someone or people, kita tidak perlu mengulangi nama orang berkali-kali dalam beberapa kalimat, seperti contoh dibawah ini :

  • Rosma is my best friend. Rosma lives in Jayapura. Rosma has many hobbies, some of them are fishing and watching movies.
  • Michael is generous young man. Michael is my neighbour. Michael is from Sentani, but Michael  lives in Waena.

Berdasarkan dua contoh diatas, kita bisa melihat bahwa dalam menulis atau bahkan berbicara, kita tidak perlu mengulang nama atau benda berkali-kali, cukup mengantikannya dengan pronouns.

Dari contoh dan penjelasan diatas dapat diambil kesimpulan bahwa Pronous atau kata ganti orang  adalah sebuah kata yang dapat mengantikan kata lainnya (noun/kata benda).

Learn the example below:

  1. Personal Pronoun

Berikut ini adalah bentuk-bentuk Personal pronouns

Personal Pronoun sebagai Subjek

Personal Pronoun Sebagai Objek

Contoh Kalimat Personal Pronoun

I

Me

–          She calls me

–          They invite me

You

You

–          She need you

–          We care about you

We

Us

–          They help us

–          You love us

They

Them

–    She looks at them

–    You tell them

He

Him

–          They help him

–          I ask him

She

Her

–       You love her

–       We call her

It

It

–        She loves it

–        They keep it

  1. Possessive Pronouns

 Berikut ini adalah bentuk-bentuk possessive pronouns

 

Personal Pronoun Sebagai Subjek

Personal Pronoun Sebagai Objek

Contoh Kalimat Personal Pronoun

My

Mine

–   My car has black color.

–   That black car is mine.

 

Your

Yours

–     Do you look for your English book?

–     I have got something of yours

Our

Ours

–    She fixs our cables

–     The cables are ours

Their

Theirs

–    Their jackets looks cool

–    The jackets looks are theirs

His

His

–  His sister is beautiful and kind-hearted

–  Do you think the book is his?

Her

Hers

–       Her parents live in Jayapura

–       Do you think this pen is hers?

Its

Its

–  It is cute

–   The food is its? (hewan)

 3. Reflexive Pronoun

Berikut ini adalah bentuk-bentuk reflexive pronouns

Personal Pronoun sebagai Subjek

Personal Pronoun Sebagai Objek

Contoh Kalimat Personal Pronoun

I

Myself

–          I am preparing my breakfast by  myself

You

Yourself

–     You need to find yourself a good partner to finish your project

We

Ourselves

–    We should submit our tasks by ourselves

They

Themselves

–    My grandmother and grandfather raise me themselves

He

Himself

–    A little boy picked himself a shorts with number 5 on it.

She

Herself

– She told herself. It was nothing

It

Itself

–        The air condition can be off by itself in 30 minutes.

 

Kategori
Ceritaku Guru, Siswa dan Orangtua Siswa

Jam Segini Masih Kepagian?

Sumber Gambar : pixabay.com

Perubahan sikap, kebiasaan dapat terjadi oleh siapa saja, apakah menjadi lebih baik atau menjadi lebih buruk. Tidak sedikit orang tetap mempertahankan style dan sikapnya seperti sebelumnya. Perubahan terjadi biasanya karena seseorang dihadapkan akan suatu hal yang mendorongnya untuk berubah.

Hari ini, saya telah melakukan rutinitas saya sebagai Guru untuk mengajar secara virtual via zoom, namun bisa dikatakan bahwa kali ini saya sedikit kecewa atas kebiasaan baru siswa (i).

Sehari sebelumnya, saya sudah share ID dan password untuk bisa digunakan bergabung di ruang meeting yang telah ditentukan, dengan harapan siswa (i) bisa hadir 5-10 menit sebelum waktu yang ditentukan.

Hingga pukul 08.100, hanya dua siswa yang bergabung dan pada pukul 08.20 barulah banyak siswa (i) yang ikut.

Saya bertanya, “mengapa kalian telat gabung hari ini, sebelumnya kalian tidak demikian, boleh beri ma’am alasan?” lalu saya aktifkan semua speaker. Secara beramai-ramai mereka menjawab “kepagian ma’am”

Saya menghargai respon mereka atas pertanyaan saya, tetapi serius, saya sedikit shock mendengarnya. saya menjadwalkan pertemuan tadi pada pukul 08.00 dan mereka mengatakan “kepagian”.

Saya fikir, Korona telah membuat mereka tidak disiplin waktu. Belajar dari rumah telah disalah gunakan untuk tidur larut malam dan bagun pagi secara suka-suka dengan mengabaikan waktu.

Bagi mereka pukul 08.00 adalah waktu yang masih terlalu pagi untuk belajar. Jika dibandingkan sebelum belajar dari rumah, siswa (i) sudah berada di sekolah sebelum pukul 07.30.

Melihat perubahan ini, siswa sedikit mengalami penurunan sikap disiplin. Tidak sedikit diantara mereka mulai mengabaikan kebiasaan bagun lebih awal setiap pagi, dan melakukan rutinitas seperti, berolahraga dan membantu Orangtua.

Tidak sedikit Orangtua siswa (i) juga harus banyak menyisihkan porsi tenaga untuk mengingatkan, menasehati bahkan menghukum anak mereka yang selalu telat bangun pagi.

Hal ini wajar, karena Orangtua menginginkan anak mereka tidak malas karena Pandemi, juga diharapkan agar mereka bisa membantu Orangtua menyelesaikan pekerjaan rumah, sehingga Orangtua bisa lebih fokus mencari nafkah.

Sementara itu, ada banyak alasan mengapa beberapa siswa (i) merasa tidak memiliki tanggung jawab untuk bangun lebih awal seperti sebelum Pandemi, hal ini terjadi karena mereka merasa jenuh terlalu lama belajar dari rumah.

Hal ini wajar menurut saya, alasannya karena di masa pertumbuhan, mereka seperti ini, mereka butuh bersosialisasi dengan teman sebaya dan melakukan hal-hal yang menyenangkan atau menantang, akan tetapi dibutuhkan kedewasaan dalam berfikir untuk menaggapi hadirnya Covid-19 ini.

Peran Orangtua memang sangat besar. Kesabaran dan ketekunan untuk mendidik anak kiranya tetap ada tanpa mengabaikan menjaga imunitas tubuh agar tetap fit.

Siswa (i) bisa mengontrol diri, agar tidak terlena dengan kegiatan belajar dari rumah yang belum memiliki batas waktu  untuk melakukan tatap muka secara virtual.

Baca Juga :

  1. Mengapa siswa harus disiplin
  2. Ingin tetap eksis setelah masa transisi? Jauhi kebiasaan buruk ini.
Kategori
Mahasiswa

Her Hobby Is Reading Books

Simber Gambar : pixabay.com

Tujuan pembelajaran topik ini adalah setelah mempelajarinya, diharapkan anda mampu menggunakan ungkapan-ungkapan untuk :

  1. memperkenalkan orang lain
  2. menanyakan identitas orang lain
  3. menjawab pertanyaan tentang identitas orang lain.

Memperkenalkan orang lain. Materi ini adalah masih bagian dari materi “Introduction” . Pertemuan sebelumnya, kita sudah membahas (Personal information atau self- introduction), now we are going to talk “Introducing others”.

Dialogue 1.

Mayang           : Hi. Are you a new student here. I haven’t seen you before. I am Mayang

Jany                 : Hello. I am Jany. You are right. I am a new student here.

Mayang           : Where do you live?

Jany            : I live in Kotaraja luar, and you?

Mayang   : I live in Jayapura at Percetakan street.

Dialogue 2.

Jack              : Good Morning Mr. Gamara.

Mr. Gamara   : Good morning, Philip.

Jack            : Good morning. How are you?

Mr. Gamara     : Fine, thank you. And you?

Jack                 : I’m very well. Thank you. I’d like to introduce new student.  Her name’s Jonathan. He is a new student at my class.

Mr. Gamara     : Hello, Jonathan. Nice to meet you.

Jonathan          : Nice to meet you too.

  •  Dari dua percakapan singkat di atas, apakah kalian bisa membedakannya?

Have you ever introduce someone to someone else? Ya, mungkin, memperkenalkan teman kepada teman yang lain atau kepada keluarga? Atau teman kepada rekan kerja?. Apa yang kalian katakan jika ingin memperkenalkan rekan kerja kepada saudari kalian?. Yah, mungkin kalian akan katakan ”I’d like to introduce you to my sister, Bahlina”. Expression ini hampir sama dengan dialogue 2.

Sama seperti materi pertama, bahwa expression dalam memperkenalkan ada dua bentuk yaitu bentuk formal dan informal. Berikut contohnya :

  1. Expressions :
  • I’d like you to meet Thomas
  • I’d like to introduce to Gina
  • This is Mr. Gamara, This is Mr. Pabola
  • Have you met Mr. Rocky?
  • May I introduce to Mrs. Melinda
  • Ladies and gentlemen, it’s my pleasure to introduce to our new manager Mr. Robertho Kafiar.

        2. Responses

  • How do you do?
  • Pleased to meet you
  • Nice to meet you

Basic Questions to Answer are :

  1. What is her/his name?
  2. Where does she/he lives?
  3. Where does she/he come from?
  4. What’s her/his hobby?
  5. How many brother and sister does she/he have?
 Exercise.

 1. Complete the dialogue below

Tony    : Hi. ……………….(1), This is Riska, my wife.

Jane     : Hello, Riska. Glad to ………(2) you

Riska   : Glad to meet …..  …….(3)

Jane     :………………………………….(4)

Riska   : I am from Sentani.

Jane     : ……………………., (5) too.

2. Make short dialogue about introducing others.You can use formal or informal expressions.

4. Practice the dialogue, record and send it to your college English teacher.

Baca Juga :

  1. I am George Smith. You can call me George.
  2. Introducing others
Kategori
Guru, Siswa dan Orangtua Siswa

Guru Tidak Santai, Guru Bekerja Keras.

Sumber Gambar : pixabay.com

New normal telah diberlakukan di berbagai daerah, namun polemik karena kehadiran virus Covid-19 tidak berhenti begitu saja. Masalah muncul dari Guru,  Orangtua siswa dan siswa (i).

Tidak sedikit centilan Orangtua siswa (i) membuat sedih hati Guru. Selama Pandemi, Guru tidak hanya duduk, bersantai ria atau hanya menerima gaji buta. Kadar masalah, kesulitan yang dihadapi para Orangtua siswa (i), lebih dirasaka oleh Guru-Guru.

Guru menyadari bahwa beban Orangtua siswa (i) semakin bertambah, hal demikian juga dialami oleh para Guru. Ada banyak beban kerja yang tidak mudah dihadapi Guru, tetapi hal demikian tidak akan disampaikan atau dikeluhkan kepada mereka.

Tidak semua orang bisa menerima perubahan. Selama berabad-abad, Guru mengajar di sekolah dan siswa pun belajar di sekolah dari pagi hingga sore hari, namun dengan keadaan yang tidak diinginkan ini, membuat Guru harus mengajar dari rumah dan Orangtua siswa (i) mengantikan sebagian besar peran Guru.

Guru tidak menginginkan hal ini terjadi, namun apakah dengan perubahan ini akan membuat keadaan semakin buruk? Apakah hanya menyalahkan Guru saja tanpa menyadari bahwa Guru tidak pernah meminta hal ini terjadi?.

Guru menyadari bahwa tidak sedikit Orangtua para siswa (i) merasa stress, karena mereka berfikir tidak memiliki minat dan bakat mengajar. Hal ini membuat mereka sukar unuk mengajar. Tidak sedikit anak-anak mereka merasa trauma diajar oleh Orangtua, karena mereka tidak bisa mengontrol emosi atau dengan kata lain mereka tidak terbiasa mengajar dengan baik.

Jika patokannya tidak memiliki bakat atau tidak terbiasa mengajar adalah anggapan yang salah. Orangtua yang sudah mempunyai anak harus melatih diri untuk bisa mengajar dan mendidik anak. Bukankah sebelum Pandemi, Orangtua siswa (i) juga harus berperan untuk mendampingi anak belajar di rumah?

Jika memang tidak, berarti dapat disimpulkan bahwa tidak sedikit Orangtua siswa (i) tidak mau meluangkan mendidik atau mengajar anak di rumah. Semuanya di bebankan kepada Guru. Bukankah ini pemahaman yang keliru?

Bukankah sewajarnya Orangtua bekerja sama dengan Guru untuk mendidik anak? Kalau memang hal demikian telah terjadi sejak awal, ini adalah saatnya Orangtua untuk melatih diri hingga memiliki keterampilan mendidik dan mengajar anak, tanpa memikirkan apa yang dilakukan Guru di rumah selama PJJ.

Berdiskusilah dengan Guru atau minimal wali kelas anak, agar ada masukkan bagi Orangtua untuk memiliki hati yang selalu damai sejahtera melaksanakan tugas di rumah. Porsi Guru ada, dan Orangtua siswa (i) juga tau itu, jadi latilah keterampilan mendidik atau mengajar anak, sehingga memiliki bakat menjadi Orangtua yang mengetahui peran yang sesungguhnya. Stop katakan ‘kami tidak memiliki bakat mengajar”

Perlu diketahui bahwa Guru memiliki peran yang penting di setiap negara. Sama halnya dengan pegawai, pekerja lainnya yang juga membayar pajak dan memiliki hak yang sama dengan masyarakat. Jadi, jika ada yang memfitnah Guru, dalam hal ini mengatakan dengan cara yang tidak tepat bahwa Guru tidak bekerja selama Pandemi atau hanya menerima gaji buta, maka Guru berhak untuk meminta perlindungan hukum.

Seharusnya semua pihak saling membahu, bergandengan tangan untuk kuat menghadapi tantangan berat di tahun ini. Semua pihak pasti ingin yang terbaik terlebih khusus bagi Guru. Untuk itu, sebaiknya Orangtua siswa (i) menghilangkan pemikiran bahwa Guru tidak bekerja dengan baik selama Pandemi.

Baca juga :

Tantangan Guru di Era New normal

Mengajar dan Belajar Online Terasa Berat di Ongkos

 

Kategori
Guru, Siswa dan Orangtua Siswa

PJJ Dipermudah Dengan Paket Belajar Paling Murah.

Sumber Gambar : pixabay.com

 

Polemik yang masih mengemuka saat ini adalah Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Tak tanggung-tanggung, hal ini sedikit mempengaruhi kinerja Guru dalam mengajar secara daring (dalam jaringan).

Awalnya, keluhan banyak bersumber dari Orangtua tentang keterbatasan paket kuota. Sebelumnya, masalah ini sudah diberikan solusnya agar mengarahkan siswa (i), supaya menggunakannya secara bijak dan efisien pake kuota yang disediakan Orangtua mereka, namun mungkin karena mereka masih dalam tahap pertumbuhan, sehingga saran dari berbagai pihak tidak begitu diindahkan.

Tapi tak bisa dipungkiri, jika tidak sedikit diatara mereka yang memang tidak memiliki fasilitas sama sekali, terkecuali meminjam smartphone salah seorang family, teman dan atau tetanggahanya untuk melihat tugas dan memotret hasil pekerjaan yang mereka telah kerjakan dibuku tulis.

Hal demikian patut diacungi jempol, karena mereka tetap memiliki inisiatif untuk belajar dan mengumpulkan tugas, walau tidak semua pekerjaan mereka seutuhnya benar, namun minimal PJJ ini bisa terlaksana karena ada interaksi dari siswa (i).

Melihat hal ini, pemerintah tidak tinggal diam, salah satu operator  besar di Indonesia yaitu Telkomsel memberikan kebijakan kepada seluruh siswa (i) di seluruh tanah air dengan meringankan biaya paket kuota sebesar 10 GB, cuman dengan harga Rp.10. Isn’t it fantastic?.

Seluruh siswa (i) di Indonesia tentu sangat bersuka cita karena kemudahan ini. awalnya, beberapa saran yang diberikan kepada Pemerintah daerah untuk mengatasi hal ini, dan karena keseriusan, hal ini bisa terwujud dan bahkan lebih dari yang diharapkan.

Ada beberapa opini yang mengatakan bahwa, hal ini akan diberikan hingga akhir tahun ini, namun ada spekulasi yang mengatakan bahwa semua ini tergantung kondisi. Apa pun itu, perhatian pemerintah melalui hal ini sangat membantu Guru, Orangtua siswa dan siwwa (i) itu sendiri.

Kedepannya, Siswa (i) diharapkan lebih fokus untuk belajar dari rumah. Tidak ada alasan lagi untuk berleha-leha di rumah dengan alasan tidak ada kuota. STOP.

Kuota sudah ada, hanya upaya saja yang dibutuhkan, agar proses ini bisa berjalan dengan baik sehingga siswa (i) VI, kelas IX, dan kelas XII tidak lagi dikatakan lulusan korona. Walaupun julukan kecil itu mungkin  masih ada, namun lulusan PJJ kali tahun depan adalah lulusan yang lebih hebat, karena tidak terhalang oleh paket kuota lagi.

 Baca Juga :

  1. Mengajar dan Belajar Online Terasa Berat Di Ongkos.
  2. Mengapa PJJ Terasa Sulit Dilakukan Oleh Siswa (i)
  3. Kuota Belajar Telkomsel 10 GB Rp 10 Marak di Whatsapp. Hoaks atau Fakta

 

Kategori
Bahan Ajar Bahasa Inggris Kelas XII SMA/SMAK Guru Siswa

Soal-Soal Presenting Report

Sumber Gambar : pixabay.com

Soal presenting report adalah lanjutan dari materi sebelumnya, jika kalian belum melihat penjelasannya, silakan kunjungi di SINI.

Pada soal presenting report terdapat a tugas, dan berikut soal-soalnya:

A. Make the conversation about taking and giving information. Choose one of the situations given below. Do it with your partner

  1. Ask your friend the location of traditional market at your town. Starting location is from your school.
  2. Ask your partner what did he/she do when he did apprentice?
  3. Ask your friend his/her daily activities when he/she did apprentice?
  4. Give information to your partner about viral news that you heard
  5. Give information to your teacher about something that you think it is important for her/him to know.

B. Choose the correct answer.

  1. “feel free to ask questions”

In which part of presentation might you hear this?

  1. Introduction of speaker
  2. Welcome remarks
  3. Purpose of presentation
  4. Highlights of presentation
  5. Questions of presentation
  1. “The reason why I choose this topic is…”

In which part of presentation might you hear this?

  1. Greetings of presentation
  2. Welcome remarks
  3. Purpose of presentation
  4. Highlights of presentation
  5. Questions of presentation
  1. “I am pleased to welcome you in this meeting”

In which part of presentation might you hear this?

  1. Introduction of speaker
  2. Welcome remarks
  3. Purpose of presentation
  4. Highlights of presentation
  5. Questions of presentation

     4. “to …my presentation, I’d like to say”

  1. end up
  2. to let
  3. make
  4. stop
  5. conclude

5. “I’d like to report on our sales …..in the past two months”

  1. come
  2. present
  3. decreased
  4. lists
  5. summary.

C. Write a text about Greetings, introducing yourself in formal expression and purpose of your presentation.

 D. Present your report. Record and send it to your teacher.

 

 

 

 

Kategori
Ceritaku

Sang Tete Yang Andalan Sekali.

Sumber Gambar : pixabay.com

Bersyukur.

Salam sehat semuanya. Kalau kata buibu di komplek sono “salam korona”  saya binggung, koq salam itu? Saya bertanya ‘kenapa salam itu?’ seorang mace menjawab. ‘iya, korona yang bikin kitong ta duduk lama di rumah, jadi salam korona yang kitong pake’ saya menjawab ‘ya ya ya’ hehehhehe.

By the way,  sudahkah anda bersyukur hari ini? apa yang anda syukuri? ada banyak hal yang membuat kita bersyukur. Beberapa diantaranya adalah masih bisa bernafas, masih memiliki tubuh yang sempurna, masih bisa makan yang enak minimal makan sederhana, namun lezat di lidah, contoh: sambel, pisang goreng, keladi rebus dan lain-lain.

Beberapa hari lalu, dalam keadaan sedang terburu-buru, saya melihat suatu kejadian yang membuat saya langsung sekejap mengingat sang Pencipta bumi dan segala isinya. Hal ini sebenarnya sudah saya tulis pada postingan di salah satu akun media sosial saya, dimana saya menulis tentang kesedihan hati saya melihat seorang kakek berjajalan tanpa kaki sempurna dibawah terik matahari, di atas trotoar yang panas.

Pada saat itu, saya sedang lewat di depan sebuah Bank daerah,  naik kendaraan roda dua. Sekejap saya turunkan gas motor saya, karena melihat seorang kakek yang duduk sambil bergerak maju. Saya  hendak berhenti untuk menolong kakek tersebut. Saya melihat mata beliau sudah merah dan begitu kelelahan.

Pada saat saya berputar arah, kakek tersebut sudah di bawah pintu mobil angkutan umum. Saya amati, kakak tersebut tidak mau di tolong orang. Beliau mengucapkan terima kasih kepada dua anak muda yang hendak menolongnya. Pada saat kakek sudah diatas pintu angkutan umum, kakek berkata dengan ramah ‘jangan pegang anak, korona jadi’.

Serius , sikap dan ucapan kakek tersebut membuat saya semakin merasakan sesuatu yang saya tidak bisa ungkapkan. Jarang ada orang sempurna  memiliki prinsip seperti demikian. Tidak mau minta tolong, karena masih merasa sanggup mengerjakannya sendiri dan sangat preventif atau mencegah dirinya tertular dari virus Covid-19.

Dari kejadian ini, saya memetik pelajaran hidup dari beliau:

Terus Berusaha Tanpa Kenal Lelah.

Bukan membanding-bandingkan, tetapi banyak bukti jika kadang kita lebih mengutamakan sifat malas dengan melakukan berbagai upaya, salah satu contoh memalukkan adalah pura-pura. Supaya dikasihi orang lain, kadang manusia menonjolkan sifat pura-pura, agar diperhatikan atau dibantu orang lain. Hal ini tidak berlaku bagi kakek tersebut. Dalam keadaan tidak bisa berjalan, hanya menghandalkan pantat untuk bergerak maju dan mundur, beliau tetap melakukan aktivitasnya. Beliau tidak pandang begitu teriknya  matahari , yang jelas tetap melaksanakan apa yang ingin dilakukan, tanpa meminta belas kasihan orang lain.

Tidak Manja.

Hal ini kerap juga saya sampaikan kepada siswa (i) saya bahwa anak yang manja cenderung susah atau tidak sukses jika dibandingkan dengan anak yang tidak manja. Anak manja biasanya mengutamakan sifat malas dan mau melakukan apa saja untuk diri sendiri , sehingga mendorong dirinya memiliki sifat munafik. BIG NO!

Patuhi Aturan.

Dalam keadaan tidak sempurna, Kakek tersebut mengutamakan peraturan untuk tidak menularkan dan ditularkan. Keren. Kalau boleh, saya mau  bilang ‘Tete, ko memang andalan’.  Hal sepele memberikan pelajaran hidup bagi orang lain dan itu bukan perkataan, tetapi tindakan. MANTAP!

Kata orang ‘apalah arti perkataan tanpa tindakan’.  Kakek tersebut sudah memberi pelajaran hidup melalui tindakan sederhana. Kita yang memiliki fisik sedikit lebih baik, hendaknya belajar dari si tete.

Baca Juga :

  1. Hidup penuh pilihan dengan berfikir
  2. Kalian membuat saya bersedih sekaligus bersyukur

 

Kategori
Mahasiswa

I am George Smith. You can call me George.

Sumber Gambar : pixabay.com

Hi. Salam Sehat.

Selamat datang para Mahasiswa yang hebat. Apa kabar kalian. Ibu berharap kalian sehat dan tetap semangat. Ibu juga berharap, belajar dari rumah bukanlah penghalang untuk tetap belajar. Jangan jadikan Pandemi ini sebagai penghalang untuk giat belajar.

Materi kuliah Bahasa Inggris pertama adalah Introduction.

Introduction is trying or making to know something or someone at the first time. It divides  into two topics, namely : Introducing myself and Introducing others.

On this meeting, we are going to discuss self introduction. It tells who you are. When you introduce yourself,  you can use formal and informal expressions.

They are :  

  1. Formal Expressions
  • Please, allow me to introduce My name is William Lee    
  • Let me introduce myself. I am Heny                           
  • May/can I introduce myself? I am …….    
  • My Name is Jaclyn                                
  • I am Zaimah/My name is Jane.              
  • Hello, I am Mega                                      
  • How do you do? My name is Philip            
  • I would like to introduce myself, My name is…

Responses

  • Hi/Hello Mr. William Lee
  • Hi/Hello Mrs. Heny
  • Hi Philipus.
  • Hi/Hello Zaimah. I am Wisnu
  • How do you too? I am Alfredo

It is used when you introduce yourself in a conference, formal meeting or to someone older or higher position than you

  1. Informal Expressions.
  • Hi. I am Regita. Nice to meet you             
  • I am Stefan. Happy to meet you            

Responses

  • Hi. I am Regita. Nice to meet you too
  •  Hello. I am Melany. Happy to meet you too.

 It  is used when you introduce yourself to someone who has the same age with you.

Basic Questions to answer are :

  1. What is your name?
  2. Where are you from?
  3. What are your hobbies?
  4. What are you doing now?/What is your job?/What are you?
  5. What is your major in under your graduate program?
  6. What is your speciality? (skill)

General Self Introduction

  • Hello everybody. I would like to introduce myself. My name is Alberth Smith. I am from Singapura, but I live in Kotaraja, Abepura,Jayapura. I am studying at university of ……………as an undergraduate student in Sociology major.  There are four in my family. They are my sister and I. We love reading books. Thank you.
  • Hello everybody. I would like to introduce myself. My name is Alberth Smith. I am a student of Sociology major at ……..university. now let me talk about my interest. I love fishing. I do it almost twice a week with my friends or family. We used to go to river for fishing and sometimes after fishing, we I grew up in a small village in Sentani. Thank you.

 Task I

Complete the empty spaces (Type/write in paragraph) you can add some of your information.

  • My name is…………..
  • I am from…………..
  • Now I am studying (working as)……….
  • in………….
  • My interest is/are…………..
  • My future plan is/are…………

                     

Task 2.

Introduce yourself. Record and send it to your college teacher.

 Baca dan Tonton Juga :

  1. Self Introduction
  2. How to introduce yourself