SOP Dapat Diterapkan Dalam Kegiatan Pembelajaran Secara Online Dan Offline

Sumber Gambar : pixabay.com

Standar operasional  procedure (SOP) adalah peraturan yang dibuat untuk mempermudah dan mengatur sebuah pekerjaan. SOP dapat disajikan dalam bentuk dokumen yang berkaitan dengan prosedur untuk dilakukan secara berurutan atau kronologis, agar  membantu pekerja dalam dalam menyelesaikan pekerjaan untuk memperoleh hasil kerja yang efektif dengan biaya yang relatif murah.

Selama ini, SOP hanya terdengar di dunia industri dan perusahaan. Hal ini ditujukan bagi karyawan, agar mematuhi peraturan untuk keselamatan dalam bekerja. Bagi pekerja yang tidak mematuhi aturan atau tidak sesuai SOP, maka akan mendapatkan sangsi, mulai dari hukuman ringan berupa teguran, hingga pemecatan.

Di kelas, SOP juga dterapkan agar proses pembelajaran dapat berjalan baik. ada beberapa hal yang harus dilakukan oleh siswa sebelum masuk kelas. Tentu dimulai dengan mengetuk pintu, memberi salam lalu duduk. Setelah itu ketua kelas atau sekertaris memberikan daftar hadir kepada Guru, lalu Guru menunjuk satu siswa untuk memimpin doa.

Setelah berdoa, Guru menanyakan kabar siswa (i), lalu menanyakan tugas rumah dan membahasnya atau meminta salah seorang siswa untuk mengumpulkannya.
Setelah itu, Guru menuliskan judul materi yang akan dibahas saat itu dan memberikan pertanyaan yaang ada kaitannya dengan materi yang akan dilakukan dengan pengalaman siswa, lalu Guru menyampaikan tujuan pembelajaran, Kompetensi inti dan kritetia ketuntasan minimum (KKM). Setelah semuanya dilalui, barulah Guru masuk pada kegiatan inti.

Pada kegiatan inti, Guru menggunakan model pembelajarna yang sesuai dengan topik. Pendekatan  Saintifik. Model pembelajaran discovery learning, Problem Based Learning (PBL) Metode tanya jawab, wawancara, diskusi dan bermain peran dan lain-lain. Kegiatan inti didominasi oleh siswa, Guru hanya sebagai fasilitator saja.

Yang terakhir adalah kegiatan penutup. Pada kegiatan ini dilakukan oleh Guru dan siswa. Dimana siswa membuat resume dengan bimbingan Guru tentang point-point penting yang muncul dalam kegiatan pembelajaran dan mengadendakan tugas rumah, sementara Guru memeriksa pekerjaan siswa (i), menyimpulkan kegiatan selama kegiatan berlansung termasuk memberikan pujian bagi siswa yang aktif dan memotivasi siswa (i) yang kurang aktif saat itu.

SOP juga dapat digunakan pada saat mengajar secara virtual. Dimana siswa diwajibkan tepat waktu untuk masuk keruang yang ditentukan sesuai kesepakatan dengan siswa (i), seperti aplikasi ZOOM, Microsft 365, Youtube dan lain-lain. Sebelum penjelasan dimulai, Guru menanyakan kabar siswa (i), Menyampaikan materi yang akan dibahasa, menyampaikan tujuan pembelajaran, dan KKM.

 

Sumber Gambar : pixabay.com

Setelah itu, Guru meminta siswa (i) untuk mute speaker pada saat Guru sedang menjelaskan. Tujuannya adalah agar suara Guru dapat terdengar jelas, sehingga Siswa (i) bisa konsentrasi mendengarkan Guru.

Setelah penjelasan, barulah Guru memberikan pertanyaan kepada siswa (i), dan bagi siswa yang ingin menjawabnya, mereka bisa menekan tombol angkat tangan. Setelah dipersilahkan barulah Siswa tersebut unmute speakernya lalu menjawab pertanyaan Guru atau bertanya tentang penjelasan yang sekiranya belum jelas.

Pada saat pembejaran online, kedisiplinan siswa (i) sangat dibutuhkan. Karena jika tidak, maka pembelajaran secara online akan memakan waktu yang lama dari yang ditentukan. Tentu ada efek jika hal ini tidak dipatuhi, selain akan menghabiskan kuota siswa (i), juga penjelasan materi tidak akan 100 % dimengerti siswa (i) dan otomatis akan ada penjelasan lanjutan lagi melalui whatsapp atau media lain. Hal ini sangat membuang-buang waktu dan uang.

Semester Ganjil tahun ajaran 2020/2021 sebentar lagi dimulai, entah pembelajaran offline atau online, semuanya masih menunggu keputusan dari Gugus depan percepatan penanganan Covid-19. Apapun itu, kiranya Guru dan Siswa tetap memperhatikan SOP agar kegiatan pembelajaran dapat berjalan baik dan tidak terlalu memakan banyak kuota.