Tak Masalah Jika Tidak Lulus SNMPTN. Berikut 4 Alasannya!

Sumber Gambar: pixabay.com

Hai, anak-anak hebat calon penerus bangsa.

Apa kabar?

Semoga kalian tetap prima yah!.

Apa cita-cita kalian setelah lulus dari sekolah?

Ada yang ingin kuliah dan mengambil jurusan yang kalian selalu impikan?

Apakah ada diantara kalian telah mengikuti salah satu tes masuk perguruan tinggi negeri?. 

Sebelum, mendaftar apakah kalian sudah melengkapi persyaratan dan menyiapkan strategi jika kalian lulus atau tidak?

Atau, ada yang sudah mempersiapkan mental jika kalian mendapati hasil gagal?

Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) biasanya disebut jalur undangan adalah cita-cita besar setiap lulusan SMA/SMK Sederajat.

Alasannya tentu bervariasi, ada yang memilih kuliah di Universitas Negeri, karena faktor biaya yang terjangkau, karena faktor jurusan yang popular, sudah terbukti lulusannya mudah mendapatkan pekerjaan, dan lain-lain.

Namun, bagaimana jika harapan untuk menimbah ilmu di tempat yang diidamkan tidak bisa terwujud?

Tenang, ada beberapa alasan yang bisa kalian pertimbangkan : 

  1. Masih Ada SBMPTN. Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) adalah salah satu bentuk penerimaan mahasiswa masuk perguruan tinggi negeri yang diadakan serentak. Sama halnya dengan SNMPTN, bedanya Calon SBMPTN mengharuskan calon mahasiswanya mengikuti Ujian Tulis Berbasis Komputer UTBK sebagai nilai  penghantar yang digunakan untuk mengikuti tes di SBMPTN. Jika nilai yang diperoleh sesuai dengan standar sebuah Universitas, maka calon mahasiswa akan diterima. Dari sini bisa di lihat bahwa jika gagal di SNMPTN, kalian masih bisa mencari peluang di SBMPTN.
  2. Mencari Beasiswa. Ada banyak beasiswa yang ditawarkan oleh Pemerintah, diantaranya: Beasiswa DIKTI, Beasiswa Unggulan, Beasiswa LPDP, Beasiswa bagi putra daerah dari daerah tertinggal, Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB), dan lain lain. Kalian dapat mencari informasi dari berbagai sumber, misalnya dari sekolah yang biasanya disampaikan langsung oleh wali kelas, dari kelurahan, dari media massa dan lain-lain.
  3. Mengejar Prestasi Di Universitas Swasta. Kuliah di Universitas Swasta tidak kalah beken dengan kuliah di universitas negeri, tidak sedikit universitas swasta memiliki reputasi yang baik, karena memiliki lulusan yang mampu bersaing dengan lulusan dari universitas negeri. Untuk biaya kuliah memang lebih mahal dari universitas negeri, tetapi hampir semua universitas swasta telah bekerja sama dengan pemerintah untuk memberikan beasiswa kepada mahasiswa yang berprestasi, tidak mampu dan lain-lain. Semuanya hanya butuh kejelian mahasiswa untuk bisa mendapatkannya.
  4. Bukan Barometer Kesuksesan seseorang. Menimbah ilmu di universitas negeri tidak menjadi patokan seseorang akan sukses. Memang, lulusan universitas negeri memiliki nilai plus, karena mereka lulus dari universitas yang telah memiliki nama baik di berbagai perusahaan besar, namun bukan berarti lulusan dari universitas swasta levelnya dibawah. Tidak sedikit lulusan universitas swasta telah diperhitungkan di berbagai perusahaan atau instansi karena kemampuan dalam bekerja sangat patut diacungkan jempol.

Kesuksesan seseorang tidak dapat dilihat dari satu segi saja atau asal muasal tempat dia mencari ilmu.

Bukan rahasia umum lagi, banyak lulusan sarjana dari universitas negeri ternama mudah mendapatkan pekerjaan, namun tidak sedikit juga ada yang menjadi penganguran. 

Kwalitas atau mutu seorang lulusan sarjana tidak bisa dinilai dari asal universitasnya, tetapi dilihat dari keterampilan, kemampuan, usaha, komitmen dan juga karena faktor keberuntungan. 

Terakhir saya ingin mengutip kutipan seorang ilmuan terkenal bernama Alexander Graham Bell, sang penemu telfon mengatakan bahwa Jika satu pintu tertutup, maka pintu lain akan terbuka. Kadang kita terlalu lama terpaku didepan pintu tertutup itu.

Tetap semangat anak-anak hebat!

Baca Juga :

  1. 6 Fakta Tentang Guru
  2. Memahami Kecerdasan Paripurna