Trik Guru Menghadapi Kurikulum Baru

Sumber Gambar : pixabay.com

Hi, Guru hebat, taukah anda bahwa sedang ada perubahan kurikulum terbaru? pasti sudah tau kan?.

Kurikulum sering berubah-ubah, mengapa? karena hal ini dinilai perlu. Walaupun dunia sedang menghadapi masalah global yaitu Pandemi, namun dunia tetap bergerak maju.

Para ilmuan terus berinovasi menciptakan teknologi. Hal ini rupanya mempengaruhi mengapa pemerintah terus berupaya meningkatkan mutu pendidikan.

Zaman terus berkembang, ilmu pengetahuan terus maju hingga ilmuan terus berinovasi, maka kurikulum harus mengikuti perkembangan.

Kurikulum baru ini digaungkan sejak tahun 2020 dan di launch sejak Maret 2021 dan sedang diterapkan di sekolah-sekolah penggerak.

Ini adalah hal yang baru, namun pengalaman dari yang sudah-sudah, hal baru terkadang memiliki penolakan, karena dianggap susah dan ribet yang intinya, terkadang Guru tidak mau keluar dari zona aman.

Daripada pusing dengan perubahan, simak triknya berikut ini :

  1. Tetap Tenang, Namun Bersikap Proaktif. Hal baru pada dasarnya susah. Mana ada yang mudah di dunia ini. hampir semua susah, namun mengapa terlihat mudah, karena sudah terbiasa atau sudah sering dilakukan. Terkadang ada hal yang susah dimengerti seperti yang terbaru tentang assessment yang merupakan bagian dari modul ajar atau dulunya disebut rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), jika penjelasan dari Narasumber dianggap susah difahami, Guru bisa mengambil keputusan sendiri untuk mencari tau dari berbagai sumber, seperti dari media massa dan sebagainya.  
  2. Terus Belajar. Terus belajar adalah usaha yang tepat, daripada melakukan penolakan. Seperti yang sudah dijelaskan di awal bahwa perubahan dalam hal ini di dunia pendidikan akan selalu ada, mengapa demikian? karena mengikuti perkembangan. Sangat ironis jika dunia butuh lulusan yang dapat befikir kritis, namun sekolah masih menggunakan model ajar lama seperti Guru lebih aktif daripada siswa, Guru lebih sering menggunakan metode menerjemahkan, Guru mendikte dan siswa mencatat🤦, dan lain-lain.
  3. Buat Hati Selalu Damai. Mengerjakan hal baru seperti membuat modul ajar, otomatis akan membuat hati sedikit dongkol “ah, buat baru lagi, selalu saja ada pekerjaan tambahan tiap awal semester”, nah, jika hal ini terus dilakukan, yang ada hanya kegelapan. Mengapa? efek buruk yang mendominasi keadaan, seperti muka selalu kusam, hati selalu tidak merasa damai. Jika hal ini dibiarkan, maka akan menurunkan imun tubuh. Nah jika ini terjadi, maka yang ada hanya kerugian yang tiada akhir, mengapa? karena perubahan akan terus ada.
  4. Jangan Tunda-Tunda Pekerjaan. Ini adalah hal yang akan memperburuk keadaan jika terus dilakukan. Walaupun ada perubahan kurikulum yang tidak 100 %  belum dikuasai, sebaiknya dikerjakan saja secara perlahan sambil terus belajar. Nanti anda tidak akan  menyangka bahwa anda sudah sejauh itu mengerjakan hal yang pada awalnya anda anggap sulit, namun anda ternyata mampu kerjakannya.
  5. Fokus. Guru pasti sadar bahwa tanggung jawab Guru  banyak dan tidak mudah. Jika terus berkeras hati untuk menolak perubahan, maka tak akan ada yang jadi. Sebaiknya fokus akan tanggung jawab, maka hal yang dianggap sebagai beban akan hilang.
  6. Sering Membaca. Tak ada orang yang pernah menyangkal bahwa membaca adalah kegiatan yang bisa menghilangkan stress. Membaca adalah  obat penyembuhan, karena manfaat membaca sangat banyak, selain menambah ilmu, juga dapat memperbaiki memori, meningkatkan konsentrasi dan lain-lain.

Demikianlah beberapa trik yang bisa digunakan untuk menghilangkan rasa kurang menerima tugas dan tanggung jawab baru. 

Trik di atas lebih tepat dilakukan daripada hanya duduk diam dan mengeluh saja.

Sejatinya Guru adalah pengajar sejati yang tidak pernah berhenti belajar.

Baca Juga :

  1.  Penilaian tingkat keberhasilan Guru
  2. Teknologi Berperan aktif Dalam Pendidikan Di Masa Kini Dan Seterusnya