Apakah Banyak Anak Millenial Indonesia Memiliki Dompet Tipis?

Sumber Gambar : pixabay.com

Dompet tipis, banyak yang   menjauh, dompet tebal, tak kenalpun merasa kenal.

Mungkin ini cuman kiasan dari pengalaman banyak orang yang merasakan kegalauan saat sedang tidak memiliki uang yang cukup, namun jika sedang menjadi sultan, orang yang dulunya tidak kenal, menjadi sok kenal.

Jika difikir-fikir, sikap orang yang seperti demikian tidak sepenuhnya salah. Semua orang butuh uang untuk menunjang kehidupan, walau uang bukan satu-satunya hal utama dalam kehidupan.

Sebelum menjawab pertanyaan tentang Apakah Banyak Anak Millenial Indonesia Memiliki Dompet Tipis, sebaiknya simak penjelasan tentang anak Millenial.

Anak Millenial termasuk anak yang lahir sejak komputer mulai booming yang diiringi dengan munculnya Smartphone. Atau dengan arti lain anak Millenial  termasuk dalam Generasi Y.

Gen-Y hidup dengan teknologi, banyak mendapatkan informasi dari teknologi, sehingga cenderung belajar secara otodidak.

Generasi  Millennial atau Gen-Y sanggup bergaya hidup layaknya kelas jetset, hal ini terjadi karena bergaya hidup prestisius untuk kelas menengah atas.

Tetapi generasi ini  sering mengeluh kekurangan uang. Ini terjadi, karena kebiasaan  yang terpengaruh karena teknologi (Smartphone dan Komputer).

Walaupun demikian, Generasi ini adalah generasi harapan bangsa. Generasi yang memiliki banyak referensi untuk perubahan. 

Mereka cenderung berani dalam berpendapat, optimis dan karena keaktifan dalam menggunakan teknologi, Para generasi ini memiliki  toleransi tinggi akan sebuah perubahan dan perbedaan.

Selain itu, generasi ini lebih memilih internet untuk berkreativitas dan berinovasi, baik dalam mencipta hal baru maupun dalam menghasilkan uang.

Nah, dari penjelasan diatas, sahabat pembaca dapat menjawab pertanyaan tadi. 

Jawabannya bisa iya dan bisa juga  tidak. Jika si Gen-Y memanfaatkan kemampuan dan bisa menggelola keuangan dengan baik, tentu tidak akan pernah mengalami yang namanya kere  atau dompet tipis.

Sebaliknya, jika prestigious melebihi segala-galanya tentu akan buntung.

Kembali lagi, akan rasa puas dan prinsip hidup. Walaupun ada generasi Millenial merasa dompet tipis bisa membuatnya selalu bersyukur dan menikmati hidupnya, sebenarnya tidak masalah.

Toh, tidak selamanya dompet tebal membuat orang merasa makmur dan sebaliknya.

Tetapi satu hal yang tidak bisa disepelekan adalah menjadi orang yang hebat. Menjadi generasi Millenial yang hebat tentu akan memberikan nilai plus.

Jadi, tak ada salahnya jika Generasi ini memang seperti Generasi yang dibicarakan oleh banyak ahli bahwa Generasi Millenial adalah Generasi terkaya di masa mendatang.

Baca Juga :

  1. Siswa zaman dulu berbeda dengan siswa zaman sekarang
  2. Guru takkan bisa tergantikan oleh masyarakat 5.0