Apakah Semua Jurusan Di SMK Masih Dibutuhkan 10 Tahun Yang Akan Datang?

Sumber Gambar : pixabay.com

Perubahan, perubahan.

Dimana-mana terjadi perubahan, dari kurikulum yang selalu di-upgrade, persyaratan dalam sebuah pekerjaan, teknologi dan juga beberapa tradisi suatu daerah.

Hal ini lumrah, mengingat banyaknya peristiwa mengeser sesuatu yang sebelumnya dianggap paling tepat dan nyaman, namun perkembangan zaman yang tak bisa dielakkan oleh siapapun membuat semua orang harus menghadapi perubahan.

Ada beberapa profesi yang begitu diminati para Milenial, beberapa diantaranya adalah penulis content, YouTuber, desain grafis, social media strategis, pebisnis online dan lain-lain.

Begitu juga dengan beberapa jurusan di SMK baik SMK Teknik, SMK Industri, SMK Pariwisata, SMK Pertanian dan juga di  SMK Peternakan.

Jurusan dibentuk berdasarkan kebutuhan industri atau  pasar di setiap provinsi. Jika minat pasar tidak membutuhkan profesi yang ada di sekolah kejuruan, karena tidak matching dengan industri atau oversupply (kelebihan pasokkan) atau terlalu banyak lulusan yang sama jurusannya,  maka mau tidak mau, jurusan tersebut akan dikurangi kelasnya atau bahkan ditutup.

Coba kita amati jurusan yang telah ditutup di beberapa sekolah kejuruan, dan beberapa diantaranya adalah :

  1. Teknologi Informasi Dan Komunikasi (TIK). Secara fundamental, sekolah membuka jurusan agar lulusan mudah diserap oleh dunia industri, apa jadinya jika jumlah lulusan jurusan yang sama terlalu banyak atau bahkan Industri tidak membutuhkan lulusan jurusan itu lagi, tentu akan menghasilkan banyak lulusan yang akan kehilangan arah, karena profesi tersebut bisa dikerjakan oleh siapa saja atau dipelajari secara otodidak. Mengapa hal demikian bisa terjadi?, alasannya karena fasilitasnya mudah didapatkan.  Hal ini bisa dilihat dengan banyaknya kursus komputer yang gulung tikar, mengapa? karena kurangnya peminat.
  2. Jurusan Akuntansi. Akuntan adalah nama yang diberikan kepada para lulusan Akuntansi. prospek kerja dibidang ini banyak, beberapa diantaranya adalah auditor keuangan, analisis keuangan, analisis anggaran, bekerja di instansi dan lain-lain. Namun dengan perkembangan teknologi dan dengan mudahnya informasi didapatkan, membuat bidang ini mudah dipelajari secara otodidak, walau tidak bisa dikuasai secara penuh dengan mudah. Hal yang mempengaruhi mengapa beberapa sekolah menutup jurusan ini adalah, pelamar yang baru saja diterima di sebuah perusahaan akan diberikan pelatihan mengenai akuntansi, sehingga pelamar yang bukan dari jurusan akuntansi pun bisa mengetahui alur kerjanya.
  3. Jurusan Administrasi Perkantoran. Salah satu lulusan yang dulu  banyak diburuh  adalah lulusan administrasi perkantoran. Lulusan ini banyak melakukan perencanaan, pendataan, surat menyurat dan lain-lain. Namun karena lulusan sudah cukup banyak, maka tidak sedikit sekolah kejuruan sudah menutup jurusan ini.

Masih banyak yang telah ditutup oleh pemerintah dengan alasan sekolah kejuruan harus melihat potensi daerah.

Dari beberapa jurusan yang akan dan telah ditutup, bisa saja akan dibuka kembali suatu saat nanti, alasannya seperti yang dijelaskan di atas, bahwa semuanya tergantung industri atau sesuai kebutuhan pasar.

Profesi, bisnis mengikuti pasar. Mengikuti minat masyarakat. Begitu juga bagi para pebisnis. Contoh, di masa Pandemi seperti sekarang yang paling cocok untuk membuka usaha yang bisa menguntungkan adalah sesuatu yang berhubungan dengan kesehatan.

Contoh menjual obat yang bisa menambah imunitas tubuh manusia, masker, handsanitizer dan beberapa perlengkapan kesehatan lainnya.

Diramalkan bahwa Pandemi ini akan lama berlangsung, maka bisa dipastikan bahwa jurusan di bidang kesehatan akan banyak peluang kerjanya.

Inti dari semua ini adalah jangan berhenti belajar. Pelajari setiap peluang, karena segala sesuatu tidak ada yang stabil.

Baca Juga :

  1. Tak masalah jika tak lulus SNMPTN, berikut 4 alasannya.
  2. Betapa pentingnya kewirausahaan

Yuk, kunjungi juga channel YouTube saya, untuk melihat materi ajar Bahasa Inggris di Del Channel Ok.