Siswa

Bukan Zamannya Lagi Mengkotak-Kotakan Pertemanan.

Sumber Gambar : pixabay.com

Hi, apa kabar?.

Saya harap anda tetap prima.

Saat ini, saya akan bertanya tentang pertemanan.

Apakah anda suka memilih orang untuk berteman?.

Dimana, anda hanya melihat dari cover seseorang, tanpa mempertimbangkan kwalitas, atau hanya melihat penampilan atau selera seseorang yang anda anggap okey

Anda hanya melihat pekerjaan orangtua atau fasilitas yang dimiliki seseorang, 

Anda hanya melihat etnis, golongan seseorang untuk berteman,

Anda ingin dipandang  berkelas dengan mengkotak-kotakan pertemanan?,

Atau anda sering duduk bercerita negatif tentang teman, karena faktor tidak senang, dan lain-lain.

Apakah tindakan-tindakan tersebut anda anggap benar?, 

Sudahkah anda berfikir baik-baik sebelum bertindak?,

Benar, pilih-pilih orang untuk teman sangat perlu dilakukan, tujuannya agar tidak terjerumus ke hal yang tidak benar, karena pergaulan yang salah dapat menggiring siapa saja melanggar norma-norma.

Namun, apakah karena tidak ingin menjadi tidak baik membuat anda terkesan tidak baik?.

Jika berbicara tentang Orangtua, mereka ingin yang terbaik bagi anda.

Mayoritas orangtua selalu ingin mengetahui dengan siapa anda bergaul.

Mereka selalu siap siaga mengontrol anda, namun tetap memberikan kebebasan untuk memilih pertemanan.

Lanjut…..

Pernahkah anda membully teman yang kalian anggap tidak selevel dengan anda?,

Pernahkah anda mengecewakan teman yang anda anggap mudah untuk dibodohi?,

Pernahkah kalian sengaja memukul atau melukai teman?,

Pernahkan anda sengaja tidak ingin membantu teman yang sedang kesulitan, termasuk kesulitan mengerjakan tugas selama belajar dari rumah?, 

Atau pernahkah anda berada diposisi ikut-ikutan dengan teman untuk mengikuti gaya hidup teman yang tidak baik termasuk dalam memilih teman?,

Tidakkah anda berfikir bahwa perubahan itu selalu ada?,

Tidakkah anda berfikir konsekuensi akan tindakan anda sekarang di masa mendatang?,

Tidakkah anda berfikir bahwa teman  yang kalian anggap tidak selevel dengan anda saat ini bisa saja lebih baik atau lebih beruntung suatu saat nanti?,

Tidakkah anda berfikir bahwa teman yang kalian bully bisa saja menjadi atasan anda nanti?,

Tidakkah anda berfikir bahwa teman yang anda sakiti akan anda butuhkan suatu saat nanti?.

Banyak Fakta.

Silahkan kalian baca latar belakang orang sukses.

Tidak sedikit diantara mereka berasal dari orang tak punya.

Tidak sedikit diantara mereka sukses, karena terdorong memiliki hidup lebih baik agar tidak diperlakukan sama seperti dulu.

Bayangkan jika anda bertemu dengan teman yang anda anggap rendah suatu saat nanti, bagaimana perasaan anda?,

Jika anda tidak malu akan perbuatan anda, apakah tepat jika anda harus cek kejiwaan anda?. 

Bagaimana jika kalian berfikir bahwa pada akhirnya manusia akan saling membutuhkan,

Manusia akan saling memberi dan saling menerima,

Maka dari itu, 

Pintar-pintarlah bergaul, tak mungkin semua orang bisa akrap dengan siapa saja, namun membatasi diri dengan melihat level diri, atau menciptakan level atau  melebeli diri sendiri adalah tindakan yang tidak tepat.

Berhenti menilai teman dari satu sisi saja, setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangan.

Mengapa tidak saling melengkapi dan menutupi.

Bertemanlah dengan siapa saja, namun jangan  mengikuti prilaku teman yang tidak benar.

Tetap menghargai dan mengasihi teman, karena memang harus demikian.

Baca Juga :

  1. Alasan mengapa saya tidak menyisipkan keimanan dalam tulisan saya
  2. Mengapa siswa harus disiplin

Delyana Tonapa

I am Delyana