Cara Efektif Belajar Selama Pandemi.

Sumber Gambar : pixabay.com

Tidak terasa, hampir lima bulan segala bentuk kegiatan dan pekerjaan paling sering dilakukan di rumah. Semua ini membuat kebiasaan belajar menjadi berubah drastis. Sebelum Pandemi, siswa (i) terbiasa pergi ke sekolah untuk menuntut ilmu, namun sekarang siswa (i) harus terbiasa belajar mandiri.

Hal ini mempengaruhi Orangtua yang mulai kwatir akan peningkatan kemampuan anak-anak mereka, karena kurang mendapatkan ilmu yang sebelumnya mereka dapatkan langsung oleh Guru-guru secara bergantian.

Belajar adalah kegiatan mutlak yang harus dilakukan oleh semua orang, semua kalangan, namun bagaimana dengan siswa (i) yang masih belum faham tentang cara belajar yang benar selama Pandemi.

Djamarah dan Zain dalam bukunya yang berjudul ” Strategi Belajar Mengajar” mendefinisikan belajar adalah bentuk proses perubahan yang dihasilkan dari pengalaman dan latihan

Kegiatan yang efektif, agar Pandemi ini tidak hanya merenggut kebebasan dalam bersosialisasi, menurunkan tingkat kecerdasan tetapi, juga melemahkan memori, maka cara yang paling tepat untuk belajar selama pandemi adalah dengan memperbanyak membaca dan menulis.

Kegiatan ini dapat melatih siswa (i), hingga dapat memperoleh banyak pengalaman ilmu dari berbagai informasi yang telah dibaca dan ditulis. Hal ini dapat melatih otak, agar terus berfikir hingga menjadi kreatif berdasarkan informasi yang telah dibaca dan tulis.

Membaca dan menulis merupakan cara merdeka belajar, namun harus disertai dengan berfikir kritis dan kreatif. Dengan banyak membaca, siswa (i) akan mendapatkan ilmu yang mungkin jauh lebih banyak dari lingkup materi yang diajarkan oleh Guru-guru.

Begitu juga dengan menulis, menulis dapat membuat seseorang mengembangkan ide dari sesuatu yang dilihat, didengar, difikirkan, dirasakan dan dilakukan. 

Dalam hal ini peran Orangtua siswa (i) sangat besar. Mentri Pendidikan dan Kebudayaan  Nadiem Makarim mengatakan dalam kemindikbud.go.id mengatakan bahwa cinta membaca itu mulainya bukan dari guru, tapi dari orang tua dulu.

Membiasakan anak membaca dan menulis sejak dini dapat membuat anak suka membaca. Mulai dari dibacakan cerita, hingga meminta anak menceritakan atau menulis ulang cerita yang telah didengar, namun jika anak masih berumur dua tahun kebawah cukup dibacakan cerita seperti dongeng sambil memperlihatkan halaman demi halaman kepada anak.

Jika memang siswa (i) tidak seberuntung seperti Siswa (i) yang selalu dibacakan atau diperkenalkan cerita oleh Orangtuanya sejak kecil, mulailah dari sekarang dengan keluar dari zona aman yang hanya melakukan hal yang tidak penting untuk mengisi waktu luang.

Mulailah membaca setiap hari. Cobalah awali dan akhiri hari kalian dengan mulai membaca minimal 10 menit setiap hari, seminggu berikutnya, naikkan intensitasnya menjadi 15 menit dan seterusnya demikian.

Pandemi ini tidak akan membuat kalian 100% dekat dengan Guru-guru kalian untuk belajar, maka dari itu, mulailah belajar mandiri dengan banyak membaca dan menulis. Guru pun harus selalu membaca, orang hebat pun masih selalu membaca bahkan para profesor yang orang katakan “otak komputer” pun masih harus banyak membaca, lalu mengapa kalian tidak?

Beradaptasi dengan kebiasaan baru memang agak sulit dilakukan, namun jika tidak merubah kebiasaan, maka tidak akan ada progresif yang baik dalam diri. teruslah belajar dengan memperbanyak membaca dan menulis.

Bacalah buku-buku atau sumber apapun yang kalian jumpai (kecuali buku/sumber yang tidak bermoral), tidak perlu mengatakan itu buku Sekolah Dasar atau apapun, bacalah dan setelah itu cobalah menulis dibuku atau selembar kertas akan sesuatu yang kalian telah baca. Sebulan berikutnya, lihatlah hasilnya. Yuk membaca dan menulis.

Referensi :

Djamarah.S. B, Zain. A. 2010. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta