Saya Baru Saja Lulus Sekolah, Selama Ini Saya Tidak Belajar Serius Karena SFH, Kira-Kira Apa Yang Saya Akan Lakukan?

Sumber Gambar : pixabay.com

Hingga saat ini, 16 Juli 2021 Study From Home (SFH) nampaknya masih akan diberlakukan, mengingat korban Covid-19 semakin bertambah.

Hal ini sudah berlangsung sejak awal Mei 2020 dan sejak saat itu siswa (i) , khususnya siswa kelas XII tidak bisa belajar dengan semestinya.

Kendalanya adalah saat itu masa transisi, awal dimana siswa (i) dituntut mampu belajar dari rumah, tanpa pengawasan secara langsung oleh Guru.

Siswa (i) masih mengalami stress yang serius tentang cara belajar dari rumah secara mendadak tanpa adanya pembekalan yang matang dari Guru.

Hal ini juga terjadi kepada seorang siswa yang jujur mengatakan bahwa selama belajar dari rumah, dia tidak pernah serius belajar dan mengerjakan tugas sekolah.

Mungkin tepatnya adalah tidak ada bimbingan langsung dari Guru yang membuatnya kesulitan belajar sendiri, berbeda pada saat dia masih tatap muka di kelas.

Dimaklumi akan kesalahan kecil itu, namun pertanyaannya tentang cara menebus kesalahannnya membuat saya sedikit tergerak.

Berikut adalah tips yang saya berikan:

  1. Ikuti Webinar Online. Webinar adalah singkatan dari web seminar yang dilakukan secara daring (dalam jaringan) menggunakan aplikasi tertentu berbasis internet. Sejak awal hadirnya Civid-19, webinar begitu melegit di dunia pendidikan dan dunia bisnis. Webinar merupakan salah satu sarana untuk membagikan informasi yang bermanfaat bagi banyak orang. Bagi siswa yang ingin mendapatkan ilmu tambahan selain pelajaran sekolah, mengikuti Webinar adalah pilihan cerdas untuk mengais ilmu dari berbagai narasumber yang handal. Kegiatan ini ada yang gratis dan ada yang berbayar. Anda hanya memilih judul yang tepat. Jika seminar yang berhubungan dengan jurusan, keterampilan atau minat anda, sebaiknya diikuti, lumayan bisa belajar secara aman tanpa harus berkumpul.
  2. Kenali Passion Kamu. Kenali kekuatan diri kamu. Apa yang sebenarnya ingin kamu lakukan. Minat kamu apa. Berhentilah mengikuti cara atau minat orang lain yang sebenarnya tidak srek untuk anda. Contoh: Anda lulusan SMK jurusan Elektro, namun kagum akan sepak terjang seorang petani sukses atau seorang kontraktor. Kagum boleh, tetapi ingin seperti mereka tentu memakan waktu lama lagi. Anda harus memulainya dari nol, parahnya kalau anda hanya sebatas kagum, tetapi tidak minat dan tidak mampu. Aduhh….Galilah potensi dirimu dan kembangkanlah.
  3. Banyak Membaca. Selalu membaca berita yang inspiratif adalah hal yang positif sekaligus dapat mem-boost semangat anda untuk sukses. Hal ini sama dengan salah satu slogan blog ini “membaca adalah hal yang bisa membuatmu terkontaminasi virus bahagia”. Dengan banyak membaca, banyak hal yang bisa didapatkan, selain menambah ilmu atau menambah pengetahuan, juga bisa membuat hati selalu senang, karena membaca bisa menghilangkan kepenatan dari rutinitas sehari-hari.
  4. Kuliah Atau Menulis CV. Setelah lulus sekolah, biasanya, rencana selanjutnya yang dipilih oleh para fresh graduated antara kuliah atau bekerja. Pilihan ini sama-sama baik, tergantung komitmen untuk menjalaninya. Asal bukan pilihan menikah setelah lulus sekolah yah. Big No. Kuliah berarti siap memperdalam ilmu lagi. Siap melakukan rutinitas yang sedikit sama seperti masih di bangku sekolah. Jika memilih bekerja berarti siap dengan kegiatan baru, pencapaian baru dan meningkatkan kinerja.

Menyesal karena telah menyia-nyiakan kesempatan pada saat masih sekolah memang menyedihkan. Waktu tak bisa diputar kembali, tetapi berlarut-larut dengan kesediaan tentu semakin memperburuk keadaan.

Bangkit dan sisingkan lengan baju untuk bergerak maju.

Dari beberapa tips yang sudah diberikan, anda yang putuskan, yang menentukan adalah anda. Semuanya kembali lagi pada diri anda.

Semua keputusan ada di tangan anda. Apapun yang terjadi nanti, buka hati dan dan buka tangan untuk siap menerima resiko.

Tetap Semangat!.

Baca Juga :

  1. Menghargai Profesi
  2. Hidup penuh pilihan dengan berfikir
  3. Mentalitas Pemenang : Sulit, terapi bisa