Cara Memantau Siswa (i) Pada Saat Pembelajaran Jarak Jauh

Sumber Gambar : pixabay.com

Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) sudah sedang dilakukan oleh hampir seluruh Tenaga Pendidik. Berbagai upaya telah dilakukan, mulai dari penyampaian cara melakukan PJJ dengan baik dan bijak, juga dengan melakukan pemantauan terhadap keaktifan siswa secara berkesinambungan.

Dari pemantau, ada hal ini yang tidak bisa diabaikan, yaitu bagaimana cara memantau siswa (i) pada saat melakukan Pembelajaran Jarak jauh. Apakah Wali kelas mengunjungi anak wali satu persatu ataukah dengan cara lain?

Beradaptasi dengan PJJ memang bukanlah hal mudah, selain hal ini adalah kegiatan yang baru dan asing bagi segelintir orang, juga PJJ membutuhkan banyak, waktu, tenaga dan fikiran dan yang tak kalah pentingnya adalah hal ini membutuhkan dana lebih.

Yang dimaksudkan dengan membutuhkan dana yang lebih adalah selain kapasitas laptop yang sesuai untuk meeting juga persiapan kuota harus selalu ada. Hal ini tidak mudah, karena Orangtua siswa (i) dan Guru itu sendiri harus sama-sama berjuang. Berjuang untuk terus belajar dan mengajar ditengah masa transisi dan berjuang untuk tetap menjaga imun agar tetap terjaga.

Pemantauan siswa (i) lebih cenderung dilakukan oleh wali kelas. Tujuannya adalah agar Wali kelas dapat mengetahui sejauh mana efectivan siswa (i) belajar selama Pandemi, seberapa besar peran Orangtua siswa (i) dalam mendampingi anak belajar dari rumah agar tetap aman.

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan oleh Wali kelas untuk memantau siswa (i) selama belajar dari rumah, beberapa diantaranya adalah :

  1. Membuat Jurnal Harian.  Menurut ukirama.com Jurnal harian adalah buku harian atau formulir khusus yang dipakai dalam mencatat semua kegiatan transaksi. Berdasarkan penjelasan tersebut dapat diartikan bahwa jurnal harian adalah buku yang digunakan untuk mencatat kegiatan atau transaksi harian berdasarkan urutan dan tanggal kegiatan. Dengan diberikan tugas ini kepada siswa (i), maka wali kelas dapat memantau seluruh kegiatan harian siswa, jadi jika suatu saat ditemukan siswa telat mengumpulkan tugas dari guru-guru mata pelajaran lain, tidak mengikuti pembelajaran atau pertemuan secara online, wali kelas dapat memberikan penjelasan kepada Guru mata pelajaran untuk meminta kebijakan dan tindakan selanjutnya.
  2. Melakukan Teleconference. Melakukan tatap muka sekali  dalam seminggu atau dua minggu adalah salah satu hal yang baik untuk memantau keaktifan siswa selama PJJ. Hal ini bisa membantu wali kelas agar memantau secara langsung kondisi anak wali dan menanyakan kendala yang mereka hadapi. Hal ini juga dapat mempererat hubungan anak wali dan Wali kelas karena lama tidak bertatap muka secara langsung.
  3. Memberikan Kuis Atau Refleksi PJJ Dalam Seminggu. Hal ini tidak mengambil nilai siswa. Tugas ini hanya untuk mengetahui kendala yang dihadapi anak wali atau memantau pelajaran apa yang belum mereka dapatkan dari Guru mata pelajaran. Aplikasi Microsoft forms, Kahoot adalah dua dari beberapa aplikasi yang bisa digunakan oleh Guru dan Wali kelas.
  4. Melakukan Kunjungan Dadakan. Kegiatan ini dilakukan bagi siswa (i) yang jarang aktif di grup atau tidak bisa dihubungi atau tidak bisa dipantau sama sekali. Kemungkinan hal ini terjadi karena siswa (i) tersebut tidak memiliki fasilitas. Kunjungan dadakan adalah solusi paling tepat agar wali kelas bisa mengambil tindakan lanjutan.

Memantau Siswa (i) Pada Saat Pembelajaran Jarak Jauh memang tidak mudah, terlebih lagi, ini adalah hal yang baru. Guru dan siswa (i) masih beradaptasi dengan PJJ. Kerjasama antara Wali kelas, Guru mata pelajaran dan Orangtua siswa (i) sangat dibutuhkan, agar siswa (i) tetap menerima haknya dan melakukan kewajibanya dengan baik.