Siapa Sih Master Pendidikan Yang Sebenarnya?

Pendidikan adalah prioritas kedua setelah kesehatan. Pendidikan adalah upaya untuk menghasilkan anak didik yang kreatif dan inovatif. Dengan memberikan bekal pendidikan yang baik, maka diharapkan sekolah menghasilkan lulusan yang memiliki daya saing yang mampu bersaing secara kompetitif.

Lulusan yang hebat, tidak hanya berasal dari Orangtua yang hebat, tetapi juga berasal dari sekolah yang memiliki  Guru yang profesional. Guru yang mampu melihat situasi perkembangan Pendidikan dan Guru yang selalu mengupayakan hal kreative dan inovatif dalam pengajaran.

Tak bisa dipungkiri bahwa Pandemi ini membuat Guru menjadi sorotan oleh publik. Kinerja Guru sedang dipertanyakan. Banyak orang hanya melihat disatu sisi saja tentang peran Guru selama siswa belajar dari rumah. Hal ini disebabkan karena peran Guu sebagian dilakukan oleh Orangtua di rumah.

Perlu disadari bahwa eksistensi Guru tetap sama seperti sebelum Pandemi. Guru tetap melaksanakan tugasnya yaitu mengajar dari rumah, bahkan bagi siswa (i) yang tidak memiliki fasilitas akan diupayakan untuk beberapa kali melakukan tatap muka di sekolah, namun dengan tetap melaksanakan protokol Covid-19.

Mengajar dari rumah, Guru tetap dihadapkan dengan berbagai kendala, kesulitan dan tantangan, namun dengan situasi dan kondisi berbeda. Dimana sebelum Pandemi, kendalanya berada di sekolah, namun sekarang tentang fasilitas siswa (i), kedisiplinan dalam mengikuti anjuran Guru, Ketidaktaatan dalam melaksanakan Standar Operational Procedur (SOP)  sebelum belajar online dan lain-lain.

Untuk mengatasi kendala yang muncul dalam setiap pengajaran, Guru memiliki cara mengatasinya. Lalu muncul pertanyaan, bagaimana bisa Guru dapat mengatasi masalah yang muncul dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya.

Pertanyan ini adalah pertanyaan yang sekaligus bisa sedikit mengklarifikasi pertanyaan yang serupa yang sering dilontarkan oleh para Orangtua siswa (i). 

Sebelum menjadi Guru, calon Guru harus melalui banyak tahap, mulai dari kuliah mengambil jurusan Pendidikan dan sebelum lulus, harus mengikuti Program Pengalaman Lapangan (PPL), juga setelah lulus harus mengikuti Pendidikan Profesi Guru (PPG) dan juga pelatihan-pelatihan untuk mempelajari hal terbaru seputar Pendidikan yang akan menjadi bekal Guru untuk melaksanakan tugas dan tanggung jawab.

Dari pengalaman seperti demikianlah Guru mendapatkan banyak bekal untuk mengatasi masalah atau kendala yang muncul dalam melaksanakan tugas profesi menjadi tenaga pendidik.

Dengan kegiatan seperti demikian membuat para pengawas berpendapat bahwa master Pendidikan adalah Guru itu sendiri. Guru yang bisa melihat situasi, keadaan siswa di lapangan dan mampu menggunakan berbagai cara, strategi dan metode dalam menangani masalah atau kendala yang muncul.

Menurut maxmanroe.com, Guru adalah seorang tenaga pendidik profesional yang mendidik, mengajarkan suatu ilmu, membimbing, melatih, memberikan penilaian, serta melakukan evaluasi kepada peserta didik. Menurut Purwanto (1997:138) dalam gurupendidikan.co.id mengatakan bahwa Guru adalah Orang yang diserahi tanggung jawab sebagai pendidik di lingkungan sekolah adalah Guru.

Berdasarkan defenisi diatas dapat diartikan bahwa Guru adalah pendidik memiliki tangung jawab untuk membimbing, melatih, menilai siswa (i) di  Sekolah yang memiliki kemampuan yang profesional minimal dalam bidangnya.

Hal seperti juga yang memberi nilai bahwa Guru yang profesional adalah seorang master, karena memiliki kemampuan dari bekal ilmu yang telah diperoleh dari berbagai sumber temasuk sumber yang berasal dari siswa (i).

Pada saat mengajar, secara tidak langsung, Guru mendapatkan ilmu dari siswa dimana hal demikian menjadi sumber penelitian tindakan kelas (PTK) yang sekaligus dapat digunakan untuk naik golongan.

Sejatinya, semua Guru adalah master pendidikan. Guru yang selalu mengasah diri menjadi pribadi yang baik untuk siswa (i).

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *