Kreativitas Bukanlah Sesuatu Yang Dimiliki, Namun Sesuatu Yang Dilakukan.

Sumber Gambar : pixabay.com

“Apakah semua siswa kreatif?”

Pertanyaan yang sama

“Apakah semua siswa memiliki talenta atau kelebihan?”

Jawabanya? yuk, mari kita fikirkan bersama dengan pertanyaan penunjang berikut ini:

Apakah setiap orang memiliki keunikan yang sama?

Keunikan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia Online  adalah sifat (keadaan, hal) unik; kekhususan; keistimewaan.

Berbicara tentang sifat, semua orang tau bahwa sifat setiap individu berbeda, bahkan anak kembar pun memiliki sifat yang berbeda.

Sifat akan mengekspresikan keunikan seseorang. Keunikan dalam berkata jujur, diam, cerewet, suka bekerja, lincah, ketangkasan dan sebagainya.

Dari keunikan akan menghasilkan kreativitas, dimana siswa akan melakukan kebolehannya untuk melakukan sesuatu. 

Tapi jika berbicara tentang kreativitas, apakah semua siswa akan menjawab mereka kreatif, jika mereka ditanya?.

Tentu tidak, dengan alasan mereka  tidak percaya diri atau mungkin karena mereka tidak mengenal diri mereka dengan baik.

Namun tentu akan ada siswa yang akan mengatakan diri mereka memiliki kreativitas. Alasan ini muncul karena mereka telah melakukan sesuatu.

Suatu karya yang membuat mereka merasa puas, atau sesuatu yang bisa dinikmati oleh orang lain.

Tapi jika di tanya, seperti apakah kreativitas itu?

Pertanyaan ini mungkin akan ditanyakan oleh siswa yang masih belum mengenal dirinya dengan baik, atau mungkin belum mengetahui potensi yang dia miliki.

Namun perlu diketahui bahwa kreativitas  atau daya cipta adalah suatu proses mental yang dilakukan individu berupa gagasan atau produk baru, atau mengombinasikan antara keduanya yang pada akhirnya akan melekat pada dirinya atau 

“Creativity is a mental process by which an individual creates new ideas or products, or recombines existing ideas and product, in fashion that is novel to him or her.” James J. Gallagher (1985)

Berdasarkan pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa siswa yang kreatif adalah siswa yang memiliki daya atau bakat untuk menciptakan sesuatu yang baru.

Jika berbicara tentang sesuatu yang benar-benar baru pada zaman ini hampir sudah tidak ada lagi, namun menciptakan hal baru yang dimaksud disini adalah kebolehan mengembangan hal biasa menjadi luar biasa.

Dimana penemuan tersebut dapat digunakan oleh orang sekitar atau bahkan dibutuhkan oleh dunia.

Lalu, apakah semua siswa kreatif?

Dari uraian di atas jelas bahwa semua siswa pada dasarnya kreatif hanya saja :

  1. Mereka Tidak melakukannya. Kreatif namun mendiamkan kebolehan sama saja tidak kreatif. Siswa yang kreatif akan melakukan sesuatu untuk membuktikan atau menunjukkan bahwa dia ingin mengexpresikan keinginannya untuk berkreasi dan tidak hanya penikmat hasil kreativitas orang lain.
  2. Kreativitas Tertutupi Oleh Kebiasaan Yang Tidak Baik. Malas, tepatnya ini. Hal ini yang kerab membuat seseorang stack di tempat. Teringat akan perkataan orang tua “anak itu pintar, tapi malas”, “anak itu kreatif, tetapi malasnya yang lebih dia tonjolkan”. 
  3. Tak Ada Yang Membantu Siswa Menemukan Potensi Yang Dimilikinya. Terkadang orangtua tak mengenal potensi yang dimiliki anak mereka sendiri dengan berbagai alasan. Hal ini membuat siswa merasa tidak memiliki dukungan dari keluarga yang dapat membuat siswa tersebut kurang percaya diri, takut gagal atau takut melakukan kesalahan dan lain-lain.
  4. Faktor Lingkungan Yang Tidak Sehat. Lingkungan yang mengarahkan siswa ke jalan yang salah. Hal ini dapat mengakibatkan potensial yang dimiliki siswa bisa saja tidak dilakukan atau tidak beeguna sama sekali.

Kenali diri kalian. Lihat dari dalam diri kalian, gali dan terus maju dan tetap semangat.

Baca Juga :

Jangan lupa kunjungi Del Channel Ok untuk melihat penjelasan materi bahasa Inggris.