Tantangan Guru Di Era New Normal

Sumber Gambar: pixabay.com

Istilah “New Normal” sedang digembar-gemborkan selama hampir satu bulan ini. Bagaimana tidak, korban terus bertambah, pada hal Pemerintah sudah melakukan berbagai upaya secara optimal untuk menghentikan penyebaran Covid-19, tetapi penyebarannya tetap saja meningkat.

Dengan melihat faktor kemanusiaan, dimana banyak pekerja diberhentikan atau Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dan faktor perekonomian, dimana keuangan negara mengalami defisit, maka Pemerintah berani mengambil keputusan tersebut. Hal ini mendorong pemerintah untuk terus berupaya dengan mengambil kebijakan agar masyarakat tetap bekerja dan menghasilkan, namun tetap melaksanakan protokol pencegaha Covid-19.

Sejak di keluarkan kebijakan tersebut, beberapa perusahaan-perusahaan, kantor-kantor kembali menggulung lengan baju untuk mengais rezeki dengan melakukan beberapa hal baru yang sebelumnya belum pernah dilakukan. Sebagai contoh, pegawai biasanya bertransaksi secara lansung dengan konsumen, namun sekarang lebih banyak menggunakan pelindung diri sambil menjaga jarak.

Hal demikian juga berlaku bagi para Guru, dimana banyak hal yang harus diubah, baik dari metode mengajar, alat atau media mengajar, hingga perangkat mengajar, dalam hal ini RPP juga mengalami perubahan.

Sebelum Pandemi, beberapa peran Guru adalah  berada di ruang kelas atau di sekolah untuk menjelaskan materi dengan bertatap langsung dengan siswa, namun sekarang akan banyak perubahan dimana Guru tidak harus selalu bertatap langsung dengan siswa (i).

Proses Pembelajaran menjadi gagap sejak munculnya Covid-19. Dimana Guru dan siswa tidak mempunyai persiapan yang matang untuk mengajar dan belajar dari rumah. Hanya menggunakan kemampuan seadanya seperti mayoritas Guru menggunakan aplikasi Whatsapp dan demikian juga dengan siswa (i), namun juga masih terkendala masalah paket data.

Hal tersebut menjadi crusial, karena Guru mendapatkan sorotan tentang cara penilaian siswa (i) dan cara mengajar yang dianggap tidak terlalu efektif, belum lagi tentang masalah pembayaran uang SPP yang harus dibayarkan full.

“Maju kena, mundur kena”. Jika New Normal diberlakukan, Guru akan mengajar di sekolah, Para Orangtua siswa (i) kwatir jika anak mereka tertular Covid-19 yang bersumber dari teman-teman mereka atau bahkan dari Guru-guru, namun jika mereka belajar dari rumah, alasan tentang tidak adanya fasilitas anak akan muncul, sehingga membuat Guru binggung untuk menentukan tindakan berikutnya.

Adapun hal-hal yang bisa dilakukan dalam menghadapi tantangan Guru di era New Normal, yaitu:

  1. Guru Dituntut Ubah Konsep. Guru adalah mereka yang memfasilitasi transisi dari pengetahuan dari sumber belajar ke peserta didik, hal ini diungkapkan oleh Husnul Chotimah. Dalam keadaan yang tidak biasa ini, Guru harus tetap mampu memfasilitasi siswa (i) dari berbagai sumber pengetahuan. Guru bisa menggunakan cara atau metode berbeda seperti biasanya agar kiranya perubahan konsep mengajar tetap kena sasaran dengan baik.
  2. Kreatifitas Baru di Masa New Normal. Menitiberatkan bagaimana siswa (i) tetap merasa seperti belajar di dalam kelas adalah PR bagi Guru untuk membuat bahan ajar berupa video, atau membuat dalam bentuk Microsoft Word atau apapun yang seyogyanya mudah diakses oleh siswa (i). Tantangan bagaimana menyelesaikan solusi agar Guru tetap mengajar secara profesional adalah dengan menigkatkan kreativitas dalam menggunakan teknologi yang mudah diakses siswa (i), sehingga mereka juga bisa menyiapkan diri untuk tetap eksis dalam belajar, namun tetap mematuhi aturan.

Sebaiknya Pandemi dijadikan sebagai momentum untuk melakukan beberapa perubahan. Sebagai contoh, Guru yang sebelumnya tidak bisa menggunakan Laptop/PC, sekaranglah waktunya untuk meluangkan waktu mempelajari hal yang dibutuhkan saja, agar kiranya pembelajaran dari rumah tetap bisa terlaksana.

Guru adalah payung utama siswa, agar mereka tetap belajar, maka saatnya untuk merapatkan barisan mempersiapkan diri menghadapi cara mengajar baru di era New Normal.

 

 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *