Tips Sebelum Mengerjakan Tugas Sekolah, Tapi Tak Banyak Yang Tau

Sumber Gambar : pixabay.com

Selama belajar dari rumah study from home, tak jarang siswa membuat kesalahan yang membuat siswa dan Guru merasa ingin segera bertemu di sekolah, walau sedang ada Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Mengapa tidak, tindakan siswa terkadang membuat Guru gregetan, karena istilahnya “lain gatal lain digaruk”.

Guru mengatakan A, siswa mengerjakan B, Guru memberi tugas A, siswa mengerjakan tugas B, bahkan pernah seorang siswa bertanya “mam ini yang dikerjakan kah?” saya menjawab “itu contoh ungkapan masih bagian dari penjelasan materi, tugas ada di bagian bawah, ada tulisan “tugas”, scroll ke bawah dulu”

Dari tindakan dan pertanyaan siswa bisa disimpulkan bahwa  siswa tidak membaca  petunjuk soal dan penjelasan materi sebelum mengerjakan tugas.

Dari kejadian ini bisa diprediksi bahwa kemungkinan siswa merasa  kebinggungan setelah melihat materi dan soal karena merasa tidak akan mengerti, atau siswa bisa asal kerja tugas saja, karena Guru akan memaklumi masih suasana Pandemi.

Jika hal ini dibiarkan, maka julukan siswa zaman korona yang tak berkwalitas akan benar-benar ada, untuk menghindari ini terjadi, yuk simak tips sebagai berikut :

  1. Pantau Jadwal 24 Jam. Setiap awal semester, wali kelas akan membagikan jadwal pembelajaran selama satu semester. Terkadang, siswa lalai tentang mata pelajaran yang akan mereka pelajari. Tak jarang ada siswa yang tidak tau akan pelajaran tambahan setiap semester. Hal yang paling sering terjadi adalah siswa tidak menulis jadwal pertemuan secara virtual. Hal ini yang terkadang membuat Guru mata pelajaran merasa kecewa dengan tindakan siswa yang tidak ikut belajar online. Tak ada salahnya menulis jadwal di sehelai kertas dan di tempel di dinding atau tempat yang kiranya selalu mudah di lihat.
  2. Bertanya. Ini dia yang sering membuat siswa sering keliru akan pelajaran dan tugas  sekolah. Sebaiknya istilah take and give lebih diberlakukan lagi selama belajar dari rumah. Terus membangun komunikasi dengan teman-teman kelas baik secara pribadi, maupun dalam grup akan memperjelas materi dan cara mengerjakan tugas yang diberikan, jika mengalamai kesusahan bisa menghubungi wali kelas, lalu wali kelas akan menghubungi Guru bidang studi untuk menanyakan hal-hal yang tidak begitu difahami.
  3. Mafaatkan Browser Dengan Baik. Belajar tanpa bimbingan Guru secara langsung memang rumit, belum lagi Orangtua tidak bisa maksimal membantu siswa untuk belajar, jika ini terjadi, sebaiknya siswa bisa memanfaatkan berbagai sumber untuk mempermudah tugas sekolah jika sekiranya siswa menemui kesulitan. 
  4. Self Driving. Yuk, motivasi diri sendiri untuk selalu semangat. Membiarkan diri untuk suka menunda-nunda belajar dan kerja tugas sekolah akan memberikan efek yang buruk di masa mendatang. Salah satu akibatnya adalah siswa akan cendrung malas berfikir atau tidak bisa berfikir hal yang rumit, mengapa karena terlalu sering menidurkan otak atau dengan kata lain tidak membiasakan diri mengasa otak dengan belajar dan kerja tugas.
  5. Ciptakan Suasana Serius, Namun Rileks. Terlalu serius akan membuat siswa menjadi jenuh, atau bisa saja imunitas tubuh menurun karena kurang bahagia. Sebaiknya pada saat mengerjakan tugas yang dianggap rumit, beristrahatlah sejenak, lakukan hal yang menyenangkan, lalu setelah itu lanjut kerjakan tugas tersebut. 

Hal fatal yang sering terjadi adalah pada saat siswa merasa menyerah dengan tugas sekolah yang mereka tidak begitu fahami, lalu membiarkannya begitu saja.

Yang sering terjadi, siswa mengharapkan waktu untuk remedial, dengan membumbuhi alasan tidak ada paket data, dan tak jarang juga Orangtua siswa membela anaknya yang sudah ketahuan suka menampung tugas sekolah.

Baca Juga :

  1. Kebiasaan yang membuat siswa malas belajar
  2. 3 Kebohongan siswa yang perlu dimusnahkan
  3. Minat menulis dan membaca tidak meroket seperti minat menonton